Minggu, 17 Juni 2012

penyebab hilangnya motivasi diri

1. Kehilangan Kepercayaan Diri 
Seseorang yang sedang belajar tentu pernah melakukan kesalahan. Tapi tidak semua orang sadar bahwa kesalahan adalah hal biasa dalam proses belajar. Beberapa kali gagal sering kali membuat orang ragu lalu merasa bahwa bidang ini tidak cocok untuknya. Motivasi untuk berprestasi di satu bidang tersebut yang semula memenuhi benaknya sekarang mulai luntur dan hilang.

2. Tidak Fokus
Kehilangan motivasi bisa terjadi saat Anda tidak tahu apa mau Anda. Apa yang menjadi perhatian Anda justru adalah hal-hal yang tidak Anda miliki. Ketimbang mencurahkan lebih banyak perhatian pada usaha yang sedang Anda rintis, Anda justru lebih sering mengamati tetangga yang membeli barang mewah. Jika semula motivasi Anda mungkin adalah untuk menjadi sama sukses dengan tetangga itu, tapi rasa iri kemudian membuat Anda kehilangan focus dan motivasi yang benar.

3. Tidak Tahu Arah

Anda ingin sesuatu tapi tidak tahu bagaimana mencapainya. Anda ingin punya sebuah rumah tapi tidak punya bayangan bagaimana tipenya, letaknya, harganya, dsb. Jika kemudian ada satu yang menarik, tapi ternyata uang mukanya sangat besar, Anda pun panik. Ini biasanya terjadi karena Anda tidak mau berjalan selangkah demi selangkah. Padahal, yang perlu Anda lakukan di sini sebenarnya cukup dengan menenangkan pikiran agar dapat melihat lebih jernih

Apakah motivasi itru

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2]
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Jumat, 27 April 2012

Resensi novel Seandainya Aku Boleh Memilih

  • Judul : Seandainya Aku Boleh Memilih
  • Pengarang : Mira W
  • Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit : 1999
  • Tempat Terbit : Jakarta
  • Tebal : 224 Halaman
  • Panjang Buku : 18 cm
  • Ilustrasi Buku : Merah tua, putih dan hijau; Warna dasar violet dan terdapat bunga warna putih; dan hijau tua dengan tulisan warna emas.
Awal karir Mira W sebagai penulis dimulai pada tahun 1975. selain menulis Mira W juga sebagai dokter dan staf pengajar di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Buku-buku karya Mira W diantaranya Sepolos Cinta Dini (Gramedia 1978), Cinta Tak Pernah Berhutang (1978) dan Permainan Bulan Desember (1979, Gramedia 1999)
Novel ini diawali dengan pertemuan antara Bandi, Haris dan Riri. Pertemuan itu menghasilkan cinta segitiga dimana Riri telah menikah dengan Bandi yang keadaannya sangat lemah, tapi Riri juga berhubungan dengan Haris, dimana Haris adalah kakak Bandi. Dari hasil hubungan Riri dengan Haris, Riri mempunyai anak yang harus ditinggalkan sejak dia masih bayi.
Berawal dari hal tersebut, mulailah konflik antara Riri, Haris, Bandi dan Ibunya yaitu tentang kebenaran siapa ibu Doni. Dan akhirnya Bandi pun mengetahui kalau Riri telah berkhianat dengan kakaknya sendiri. Masalah pun belum selesai dimana Tanti tidak mau menyerahkan Doni kepada ibunya dan dia nekat bunuh diri.
Kemampuan pengarang memaparkan plot/ alut dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan novel ini. Alur yang dibawakan dalam novel ini adalah alur maju, jadi para pembaca tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini.
Penokohan antara protagonis dan antagonis sangat jelas sehingga pembaca tidak perlu berpikir mengenai siapa yang jahat dan yang baik. Tokoh Riri merupakan tokoh sentral yang mempunyai watak baik, berpikir kritis, cerdas, rela berkorban. Kesempurnaan watak Riri terlihat dalam novel ini, tetapi dalam kesempurnaan tersebut pengarang tetap menyisipkan sifat seorang manusia biasa kepada sang tokoh antagonis dibawakan oleh ibu Bandi. Ibu Bandi yang berwatak tidak mau mengalah / jahat dimana ibu Bandu tega memisahkan cucunya dari ibu kandungnya sendiri.
Sudut pandang maha tahu yang digunakan dalam novel ini juga mendukung keseluruhan cerita. Sang pengarang yang bertindak sebagai seseorang yang mengamati Riri membuat kejadian dalam novel ini ikut tertuang dalam penggunaan sudut pandang ini. Hal inilah yang mendukung alur dan latar. Watak riri juga menjadi sangat jelas bahkan sifat manusia yang dimilikinya tanpa diketahui tokoh lain dalam novel ini akan dapat diketahui oleh pembaca akibat sudut pandang yang digunakan sang pengarang
Novel ini sarat dengan amanat, bahkan dapat disebut sebagai sastra petuah. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini diantaranya kita harus berbakti kepadas orang tua, kita harus bisa mengendalikan diri kita diantaranya kita atau hawa nafsu, kita pun harus mengalah kepada orang yang lemah dan kita harus berbakti pada suami jika kita sudah menikah. Amanat-amanat lain yang terselip pada berbagai bagian cerita dapat dibaca pada novel ini. Amanat-amanat tersebut terungkap jelas ketika Haris mengikuti semua yang diperintahkan ibunya dan ketika Haris dan Riri harus berkorban demi anaknya.
Pembawaan dua konflik yang sangat jelas berbeda menjadi salah satu kelemahan buku ini. Konflik pertama dibawakan dalam kebohongan yang sudah lama oleh pengarang, kemudian dilanjutkan dengan konflik kedua yang berlawanan dengan konflik yang pertama. Yakni konflik kedua ini tidak ada kebohongan dan pembalasan dari kebohongan itu. Akan tetapi, hal tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini dalam segi konflik yang dimunculkan. Kedua konflik tersebut tetap menarik untuk diikuti dan diketahui lanjutannya.
Jika Anda membaca novel ini, mungkin Anda tidak bisa berhenti di tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga akhir cerita. Latar dan alur cerita bagitu jelas mampu membuat Anda merasa ikut dalam ceritanya. Konflik yang menarik dan cerita ini penuh dengan amanat, juga dapat membuat pembaca lebih tertarik. Karena itu cobalah membaca novel ini dan nikmatilah cerita yang dibawakannya.

Jumat, 30 Maret 2012

KEHIDUPAN



Dulu begitu banyak rencana

Yang telah kita jalin saat kita bersama

Begitu banyak angan - angan

Yang terselip disetiap bait perbincangan kita

Namun Sekarang...!!!

Semua rencana yang terjalin

telah menjadi sketsa yang hampir terlupakan

Juga semua angan - angan yang tercipta

Telah menjadi kenangan kehidupan untukku

Ku sama sekali tak menduga

Semua berlalu dengan begitu cepatnya

Kehadiranmu yang begitu singkat dalam hidupku

menjadi diary yang sangat pribadi dihatiku

Kau telah menjadi kenangan

Juga telah menjadi bagian masa laluku

Ya... bagian masa lalu yang mungkin tak bisa dihapus

Dan puing masa lalu yang mungkin tak bisa dilupakan

Karena sampai saat ini ku masih mengaharapkan semua angan kita

Ku masih mengharapkan tentang kebersamaan kita

Namun ku hanya bisa berharap tanpa bisa memaksa

Karena semua sudah diatur dalam garis kehidupan kita...

Garis kehidupan yang abadi dari Sang Penci

Jumat, 23 Maret 2012

HANYA KATA-KATA

Tragedi usia tua tidak yang satu sudah tua, tapi yang satu masih muda.

Ada sesuatu yang menular tentang menuntut kebebasan.

Perlahan-lahan ... kebenaran yang menyingsing pada wanita, dan masih lebih lambat pada pria, wanita ada anak tiri alam, tidak ada Cinderella nasib yang akan dowered hanya dengan peri dan Pangeran, tetapi bahwa baginya dan dalam dirinya, karena benar-benar sebagai untuk dan manusia, kehidupan telah ditempa pengalaman yang besar, pencapaian tuannya, wahyu tertingginya manusia dari hal-hal yang dunia dibuat.

Ketika kita menempatkan ide-ide dari apa hidup harus seperti, kita bebas untuk sepenuh hati mengatakan ya untuk hidup kita sebagaimana adanya.

Siapa saja dapat mencoba-coba, tapi setelah Anda membuat komitmen itu, darah Anda memiliki benda tertentu di dalamnya, dan itu sangat sulit bagi orang untuk menghentikan Anda.

Menghargai visi dan impian Anda karena mereka adalah anak-anak jiwamu, cetak biru prestasi utama Anda.

Ketika kita menemukan diri kita tanpa gairah dan tujuan, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah berhenti. Tapi itu tidak mudah. Sisa dunia sedang zooming dengan kecepatan penuh. Dibiarkan saja dengan diri kita sendiri, tanpa sebuah proyek untuk menduduki kita, kita dapat menjadi gugup dan kritik diri tentang apa yang kita harus lakukan dan rasakan. Ini bisa menjadi sangat tidak nyaman sehingga kita mencari gangguan apa pun daripada membiarkan diri kita ruang untuk menjadi seperti kita.

Tujuan adalah tempat di mana kegembiraan yang mendalam Anda memenuhi kebutuhan dunia.

Tidak ada rahasia untuk sukses. Ini adalah hasil dari persiapan, kerja keras dan belajar dari kegagalan.

Definisi saya tentang sebuah masyarakat bebas adalah masyarakat di mana itu aman untuk tidak populer.

Jangan pernah berjalan jauh dari kegagalan. Sebaliknya, pelajari dengan seksama dan imajinatif untuk aset tersembunyi.

Saya berharap bahwa setiap kehidupan manusia mungkin kebebasan transparan murni.

Antara stimulus dan respon ada spasi. Dalam ruang yang kekuatan kita untuk memilih tanggapan kita. Menanggapi kami terletak pertumbuhan dan kebebasan kita.

Pengampunan adalah kunci untuk tindakan dan kebebasan.

PERSAHABATAN

Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..

Sabtu, 03 Maret 2012

tujuan sosialisasi

A. Tujuan Umum
1.)Mengupayakan masyarakat luas memahami dan mampu menginternalisasikan ‘makna’ dari konsep, tujuan, maksud dan metodologi P2KP
2.)Masyarakat luas mengetahui dan memahami perkembangan pelaksanaan proyek P2KP sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik.
3.)Menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang terdapat dalam siklus proyek dan kegiatan-kegiatan spesifik proyek.

B. Tujuan Khusus
1.)Terdapatnya komitmen dan kerjasama antara konsultan P2KP dengan pemerintah kabupaten/Kota untuk merencanakan, melaksanakan dan memonitor-mensupervisi secara bersama-sama kegiatan P2KP
2.)Dapat merangsang minat Kelompok Strategis dan Kelompok Peduli untuk melakukan tindakan baik dalam kerjasama maupun mem-bangun pengawasan berbasis masyarakat.
3.)Menyebar luaskan hasil-hasil dan perkembangan proyek kepada masyarakat luas.
4.)Bersama dengan bidang pelatihan, menyiapkan materi-materi bagi kepentingan masyarakat kelurahan untuk tujuan belajar mandiri
5.)Membangun KBP (Kelompok Belajar Perko-taan) dan KBK (Kelompok Belajar Kelurahan) sebagai wujud nyata dari tumbuhnya kegiatan belajar mandiri masyarakat.