Minggu, 29 Maret 2015

ANALISIS UNSUR INTRINSIK FILM JOURNEY 2



ANALISIS UNSUR INTRINSIK  DALAM FILM JOURNEY 2
( THE MYSTERIOUS ISLAND )
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Sastra

Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. H. Haris Supratno
Resdianto Permata Rahajo, S.Pd
Alfian Setya Nugraha, S.S, M.Hum
 







Oleh:
Ely Rokyul Ain
(1397184003)

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI
TEBUIRENG JOMBANG
2014
UNSUR INSTRINSIK
1.      Tema
Tema adalah gagasan, ide pokok, atau persoalan yang menjadi dasar cerita. Tema pada umumnya disampaikan secara berangsur-angsur tersembunyi, tidak berterus terang. Tema biasanya dipaparkan secara samar-samar mendasari keseluruhan cerita. Dalam karya sastra film Journey 2 (Mysterious Island) terdapat tema yang dijadikan sebagai pokok dari sebuah cerita. Tema dalam karya sastra ini dibagi menjadi dua yaitu:
a.      Tema Mayor
Tema Mayor merupakan tema yang mendasari atau yang paling inti dari sebuah karya sastra. Tema mayor yang terdapat dalam karya sastra film Journey 2 (Mysterious Island) ini adalah petualangan. Tema tersebut, mencakup tentang pengalaman-pengalaman, karena film yang disajikan berupa film petualangan yang menantang. Di dalam film diceritakan tentang penemuan sandi yang berisi tentang Pulau Misterius dan diceritakan juga tentang perjalanan menuju ke Pulau Misterius dengan empat orang yaitu Sean, Hank, Gabato dan Kailani sampai akhirnya mereka bertemu dengan Alexander Anderson. Mereka mengetahui bahwa pulau akan tenggelam, hingga akhirnya perjalanan untuk menyelamatkan diri dimulai dan didalam perjalanan tersebut terdapat berbagai rintangan harus dilalui.    
b.      Tema Minor  
Tema Minor merupakan suatu tema yang terletak pada keseluruhan dalam sebuah film. Dalam film  Journey 2 (Mysterious Island) pada bagian awal mengisahkan tentang pemecahan sandi-sandi. Hal tersebut, dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut ini: “Hank dan Sean memecahkan sandi itu bersama-sama dengan cara menggabungkan tiga buku yang berbeda dengan penulis yang berbeda tetapi membahas suatu tema yang sama yaitu pulau. Ketiga buku tersebut terdapat satu halaman bergambar pulau yang tidak utuh tetapi memiliki titik koordinat” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian kedua dari cerita film Journey 2 (Mysterious Island) mengisahkan tentang perjalanan menuju ke Pulau Misterius memiliki banyak rintangan yang harus dilalui sampai diterjang badai dan petir. Terlihat dari kutipan sinopsis berikut ini: “Mereka berempat berangkat menuju pulau misterus. Di tengah-tengah perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai yang sangat kencang, Helikopter sudah tidak kuat bertaahan karena badai dan petir” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian ketiga dari cerita film Journey 2 (Mysterious Island) ini, mengisahkan tentang perjalanan di Pulau Misterius yang sangat indah dan ajaib. Perjalanan itu dilakukan untuk mencari keberadaan kakek Sean yang ada di dalam Hutan Pulau Misterius tersebut. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam kutipan sinopsis berikut.
Pulau Misterius itu ternyata sangat indah seperti surga. Hewan-hewan besar seperti gajah bisa berubah menjadi kecil bahkan bisa digendong dan kumbang-kumbang kecil bisa jadi besar, pulau itu sangat ajaib. Sean tidak ingin pulang dari pulau itu, ia ingin mencari kakeknya, ia yakin bahwa kakeknya ada di pulau itu. Gabato dan Kailani ingin kembali pulang dengan membuat SOS untuk mencari bantuan. Sean dan Hank tidak mengizinkan mereka untuk kembali. Akhirnya mereka berempat memulai perjalanannya untuk mencari kakek Sean. Saat itu cuacanya sangat panas dan mereka melintasi jalan bebatuan, tiba-tiba batu yang diinjak oleh Hank retak dan di dalamnya ada lendir seperti telur. Setelah dilihat ternyata yang lewati itu bukan batu tapi telur raksasa. Mereka berjalan putar balik karena tidak ingin menjadi santapan makan siang kadal raksasa. Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur ternyata induknya mendengar lalu mengejar (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian keempat yang diceritakan dalam film Journey 2 (Mysterious Island) yaitu tentang akan tenggelamnya pulau, sehingga mereka harus melakukan perjalanan menuju Poseidon untuk mengambil kapal milik kapten Nemo yang digunakan untuk menyelamatkan diri dari tenggelamnya pulau. Perjalanan tersebut  memerlukan waktu yang sangat lama karena tempatnya sangat jauh selain itu juga harus melewati tebing-tebing yang tinggi, perbukitan, dan harus menyeberangi sungai. Berikut ini adalah kutipan cerita yang terdapat di dalam sinopsis:
Cara satu-satunya untuk keluar dari pulau adalah dengan Natulius, kapal selam milik Kapten Nemo yang dibuat pada tahun 1870. Kapal itu berada di Gua Basal pulau lain dan berada di bawah Karang Poseidon. Untuk menuju tempat tersebut mereka melewati Jantung pulau, perjalanan yang sangat panjang dan memilki banyak rintangan. Ditengah-tengah perjalanan mereka menjumpai debu letusan gunung berapi yang memiliki kandungan  emas di dalamnya. Sebenarnya mereka ingin mendekati dan memastikan gunung api tersebut. Hank melarang Sean untuk mendekati gunung berapi, karena mereka sudah tidak mempunyai waktu banyak di pulau yang akan tenggelam itu. Namun Anderson memperingatkan Hank bahwa Sean memiliki hak untuk melakukan apa yang dia inginkan karena Anderson memberikan suatu pelajaran hidup untuk selalu berpetualang, berilmu pengetahuan, dan mencari beberapa keajaiban. Hank tetap memaksa tidak mengizinkan dengan alasan menghawatirkan keselamatan Sean yang telah menjadi tanggung jawabnya. Pada akhirnya mereka semua memutuskan untuk tidak mendekati gunung berapi, tetapi meneruskan perjalanannya ke Natulius. Perjalanan ke Natulius itu sangat jauh dan jalannya tidak mudah. Mereka harus melewati banyak tebing dan sungai. Ketika ingin menuju ke puncak gunung, jalannya terputus dan banyak semak-semak, akhirnya mereka tidak bisa melewatinya dan memutuskan untuk naik kumbang-kumbang raksasa. Di tengah-tengah perjalanan, ternyata ada gerombolan burung yang ingin memakan serangga itu, lalu burung tersebut mengejar kumbang dan kumbang berusaha untuk menghindari dengan cara menerobos sela-sela ranting pohon yang lebat. Misi itu berhasil dan burung-burung terjatuh semua karena tergangkut ranting, setelah semua burung itu tersangkut dan sangking bahagianya Sean, dia tidak melihat kea rah depan dan akhirnya dia tersangkut pohon dan jatuh. Kaki Sean terluka dan sulit digunakan untuk jalan (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian kelima ini adalah cerita puncak dalam film Journey 2 (Mysterious Island), di dalamnya diceritakan mulai tenggelamnya pulau, meletusnya gunung merapi dan perjalanan di dasar laut. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam kutipan sinopsis berikut:
Hank dan Sean mencari keberadaan kapal selam itu diantara hewan-hewan laut. Ternyata kapal itu berada di dekat terumbu karang dekat markas ikan listrik yang sangat berbahaya. Sean dan Hank sangat cerdik, mereka pintar menghindar dari ikan-ikan itu dan akhirnya mereka lolos dari ikan tersebut. Kapal selam itu sudah lama tidak digunakan dan mesinnya sangat kotor dan membutuhkan daya untuk menjalankannya. Hank berpikir hanya satu-satunya ikan listrik tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk pengisian daya. Hank bergerak cepat untuk mendapatkan ikan itu, Sean mengingatkan untuk berhati-hati, ia tidak ingin Hank terluka. Akhirnya mereka berhasil dan kapal bisa berjalan. Situasi sudah sangat berbahaya, gunung berapi sudah banyak mengeluarkan batu-batu besar dan lempeng bumi pecah karena pergeseran tanah. Anderson, Gabato dan Kailani masih ada di darat akhirnya mereka terjun dan untungnya kapal selam tepat waktu, jadi mereka dapat terselamatkan semua (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian terakhir dalam film Journey 2: Mysterious Island yang diceritakan adalah kehidupan lanjut para petualang. Kehidupan itu menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.  Hal tersebut dapat dibuktikan berdasarkan kutipan sinopsis berikut:
Gabato yang dulunya hanya memiliki kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal selam untuk mengantar penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya untuk kini dia dapat berkuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda pendapat kini menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga hidup harmonis. Lalu kakek Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang berkumpul dengan keluarga (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
2.      Alur
Alur atau plot merupakan sesuatu yang cukup penting di dalam karya sastra. Berhasil atau tidaknya karya sastra salah satunya ditentukan oleh alur. Alur terbagi menjadi tiga jenis yaitu, alur maju, alur mundur dan alur campuran.
Dalam karya sastra film Journey 2 menggunakan alur maju karena perjalanan ceritanya, antara satu cerita dengan cerita selanjutnya saling terkait.
Adapun tahap-tahapan alur itu berupa:
a.      Paparan
Pada tahapan cerita ini pengarang sudah mengenalkan tokoh dan latar cerita. Di dalam awal film Journey 2 Mysterious Island dijelaskan tentang tokoh utama yang bernama Sean. Dia adalah seorang remaja yang cerdas dan pemberani. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan kutipan berikut:  “Suatu hari, Sean seorang remaja yang cerdas, pintar dan berjiwa petualang ia memiliki tingkah laku yang aneh tidak seperti biasanya, ia menjadi pemberontak sejak ia ditinggal oleh ayah kandungnya, tapi itu bukan alasan Sean yang sebenarnya” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
b.      Rangsangan
Pada tahap ini mncul peristiwa yang mengawali timbulnya gawatan. Di dalam bagian ini dijelaskan tentang adanya sinyal radio yang ditangkap oleh Sean ketika menerobos fasilitas satelit yang menjadi rangsangan dalam cerita dan dapat menimbulkan gawatan. Tahapan cerita ini, merupakan tahapan rangsangan. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Ibu Sean menikah lagi dengan seorang ahli hukum yang bernama Hank.
…….………………………………………………………………………..
Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena telah menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi yang pada akhirnya justru masuk ke dalam Kolam renang McGillicuttys (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
c.       Gawatan
Pada tahapan cerita ini tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak dan sudah mulai ada tanda-tanda konflik yang terjadi antartokoh dengan dirinya sendiri, tetepi belum sampai diselesaikan. Di dalam film dijelaskan bahwa Sean menerobos satelit sehingga ia ditahan oleh pihak kepolisian. Selain itu, terdapat gawatan lain yaitu ketika Sean berambisi untuk melakukan perjalanan meskipun Hank telah melarangnya dengan alasan menghawatirkan keselamatan Sean. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan sinopsis berikut:  
Pihak kepolisian akhirnya memanggil ayah tirinya (Hank) untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Sean.
………………………………………………………………………………Hank mengingatkan bahwa Sean sedang dihukum dan dia harus bersekolah, tapi Sean membantah dengan alasan bahwa dia adalah murid tercerdas di sekolah dan dia mampu mengejar pelajaran yang tertinggal. Hank tampak menghawatirkannya, karena seorang pelajar dan belum cukup umur tidak mungkin dapat berpetualang sendiri. Hank tetap menentang keinginan Sean, tapi Sean tetap membantah.
………………………………………………………………………………
Saat itu cuacanya sangat panas dan mereka melintasi jalan bebatuan, tiba-tiba batu yang diinjak oleh Hank retak dan di dalamnya ada lendir seperti telur. Setelah dilihat ternyata yang lewati itu bukan batu tapi telur raksasa. Mereka berjalan putar balik karena tidak ingin menjadi santapan makan siang kadal raksasa. Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur ternyata induknya mendengar lalu mengejar (Film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
d.      Pertikaian
Pada tahapan cerita ini, mulai muncul pertikaian antartokoh atau antara tokoh dengan dirinya sendiri, akan tetapi belum sampai diselesaikan. pertikaian tersebut dapat memicu pada konflik puncak dalam cerita (klimak). Pada tahapan ini, di dalam film Journey 2 Mysteorious Island pertikaian lebih banyak berada ketika sudah sampai di Pulau Misterius. Adapun wujud tahapan ini adalah ketika berada di depan pintu pulau yang diselimuti badai besar dan kuat, ketika Hank mengutarakan ingin segera keluar dari pulau misteri kepada Anderson tetapi tidak diijinkan dengan alasan ada beberapa hal yang ingin ia perlihatkan, lalu ketika Hank melarang Sean mendekati gunung Berapi yang memiliki kandungan emas, karena mereka sudah tidak memiliki banyak waktu untuk berada di pulau tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Di tengah-tengah perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai yang sangat kencang.
……………………………………………………………………………
Anderson mengajak mereka ke rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap. Akan tetapi Hank menghendaki untuk segera pulang, Anderson melarangnya karena ada banyak hal yang ingin ia tunjukkan pada Sean.
……………………………………………………………………………..
Hank melarang Sean untuk mendekati gunung berapi, karena mereka sudah tidak mempunyai waktu banyak di pulau yang akan tenggelam itu. Namun Anderson memperingatkan Hank bahwa Sean memiliki hak untuk melakukan apa yang dia inginkan (Film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
e.       Klimak
Pada tahapan cerita ini konflik atau masalah yang terjadi sudah mencapai puncaknya. Puncak permasalahan yang terdapat di film Journey 2 Mysteorious Island ini, adalah ketika Hank menemukan retakan tanah pada pulau yang ditemukan di kota hilang (Atlantis) yang dapat mengakibatkan terbunuhnya mereka semua karena tenggelamnya Pulau Misterius tersebut dan ketika perjalanan mencari kapal Natulius. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Ketika semuanya sedang melihat-lihat kota tersebut Hank menemukan kejanggalan, terdapat retakan tanah yang berisikan air laut. Dari kejanggalan itu dapat diketahui bahwa pulau itu akan segera tenggelam selama dua atau tiga hari lagi.
……………………………………………………………………………..
Pagi telah tiba, Hutan itu sudak banyak air, kemungkinan Hutan itu akan lebih cepat tenggelam dan tidak sesui dengan perkiraan. Mereka bergegas menuju Poseidon untuk mengambil kapal selam, tetapi Gabato hilang.
………………………………………………………………………....….
Sean dan Hank telah sampai di Poseidon ternyata mereka tidak melihat adanya suatu kapal selam Natulius. Mereka hanya melihat hamparan laut yang akan membanjiri Hutan (Film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
f.       Peleraian
Pada tahap ini merupakan lukisan pemecahan dari konflik-konflik yang ada atau yang terjadi. Dalam film Journey 2: Mysterious Island ini diceritakan untuk menyelamatkan diri Sean, Hank, Kailani, Gabato dan Anderson harus mendapatkan kapal selam Natulius yang berada di dasar Posaidon kota Atlantis. Akan tetapi karena Gabato menghilang mereka saling berbagi tugas Kailani dan Anderson mencari Gabato sedangkan Sean dan Hank menuju Posaidon untuk menemukan kapal Natulius dan menyelamatkan mereka semua dari Pulau Misterius tersebut.
Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut.
Anderson akan menemani Kailani kembali ke Gunung Berapi dan Sean bersama Hank menuju Poseidon untuk menemukan kapal Natulius.
……………………………………………………………………………
“Hank berpikir satu-satunya yang dapat dimanfaatkan adalah ikan listrik tersebut untuk pengisian daya energi kapal. Hank bergerak cepat untuk mendapatkan ikan itu, Sean mengingatkan untuk berhati-hati, ia tidak ingin Hank terluka. Akhirnya mereka berhasil dan kapal bisa berjalan.
……………………………………………………………………………
Anderson, Gabato dan Kailani masih ada di darat akhirnya mereka terjun dan untungnya kapal selam Natulius yang dibawa Sean dan Hank datang tepat waktu, jadi mereka dapat terselamatkan (Film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
g.      Penyelesaian
Pada tahapan cerita ini pengarang melukiskan akhir suatu certa yang merupakan penyelesaian masalah. penyelesaian, dalam film ini memiliki akhir cerita bahagia (happy ending). Mereka semua dapat keluar dari Pulau Misterius dan dapat menjalani hidup lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Gabato yang dulunya hanya memiliki kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal selam untuk mengantar penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya kini dapat meneruska jenjang pendidikannya di kuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda pendapat kini menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga yang harmonis dan Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang berkumpul dengan keluarganya (Film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
3.      Setting
Latar  atau setting meliputi tempat, waktu dan suasana yang digunakan untuk membangun cerita dari dalam. Latar dalam suatu cerita biasanya bersifat faktual, bisa pula imajiner (hanya angan atau penghayalan). Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Sehingga memberikan kesan nyata (fakta) seolah-olah benar-benar terjadi. Di dalam film Journey 2 mysteorious island  ini, terdapat beberapa latar. Adapun sebagian latar tersebut adalah:
1.      latar tempat
a.      kota Deyton
Latar tempat ini, dalam film disebutkan secara langsung dan dijelaskan bagaimana kronologis keluarga Sean bertempat tinggal di kota Deyton. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut: “Pernikahan mereka membuat keluarga Sean harus pindah ke Deyton Amerika mengikuti Hank. Kepindahan tersebut membuat Sean merasa dijauhkan dari  teman-temannya” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
b.      Jalan raya
Latar tempat ini, di dalam film digunakan ketika Sean selesai menerobos fasilitas satelit untuk memperoleh sinyal radio dan ketika ia melajukan motornya dengan kencang. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut: “Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena telah menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang pada akhirnya justru masuk ke dalam Kolam renang McGillicuttys” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
c.       Kolam renang McGillicuttys
Latar tempat ini, di dalam film digunakan setelah Sean dikejar beberapa polisi dan akhirnya masuk ke dalam kolam renang McGillicuttsys. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut: “Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena telah menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang pada akhirnya justru masuk ke dalam Kolam renang McGillicuttys” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
d.      Rumah Sean dan Kamar Sean
Latar tempat ini, di dalam film diperlihatkan ketika Sean lolos dari tahanan kepolisian dengan bantuan Hank ia langsung pulang ke rumah. Sedangkan diperlihatkan pula latar Kamar Sean ketika ia belajar memahami pesan sinyal radio, memecahkan teka-teki Pulau Misterius dan Hank datang membawa dua passport ke Pulau Misterius. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Sesampainya di rumah ibunya menanyakan alasan Sean membuat kekacauan, tetapi ia tidak mau menjawabnya
……………………………………………………………………………..
Pagi hari, ketika Sean sedang belajar di kamarnya, Hank datang dan duduk di sampingnya
……………………………………………………………………………..
Beberapa waktu kemudin Hank masuk ke dalam kamar Sean dengan membawa dua passport untuk pergi ke pulau (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
e.       Pulau Misterius
Latar tempat ini, di dalam film diperlihatkan ketika Hank, Sean, Kailani dan Gabato melintasi pusat badai yang menjadi letak pulau miterius. Di dalamnya terdapat tempat-tempat yang mengagumkan, indah dan penuh rintangan seperti tepi pantai, Hutan yang dipenuhi telur kadal raksasa, rumah Anderson yang unik, kota Atlantis, dan jantung pulau yang sangat ekstream. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Akhirnya mereka terjatuh dan terhempas ke tepi pantai Pulau Misterius.
………………………………………………………………………………
Ketika mereka melihat keadaan yang ada di sekitar, tiba-tiba menemukan sebuah pintu seperti gua, pintu tersebut adalah jalan masuk Pulau Misterius.
……………..………………………………………………………………
Pulau itu ternyata sangat indah seperti surga, hewan -hewan besar seperti gajah di puau itu berubah menjadi kecil dan kadal, kumbang (lebah) dan serangga yang biasanya kecil berubah menjadi besar (raksasa).
………..……………………………………………………………………
Anderson mengajak mereka ke rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap.
………………….…………………………………………......................
Rumah Anderson sangat unik dan sederhana.
……………………………………………..……………………..............
Keesokan harinya Anderson menunjukkan sebuah tempat yang mengagumkan seperti sebuah kerajaan dan kota yang tak pernah dihuni selama ribuan tahun. Dari poseidon yang dilihat oleh Sean dapat diketahui bahwa tempat tersebut adalah kota Atlantis, yaitu kota yang hilang.
…….……………………………………………………………………….
Untuk menuju tempat tersebut mereka melewati Jantung pulau, perjalanan yang sangat panjang dan memilki banyak rintangan (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
f.       latar waktu
1.      Malam hari (larut malam)
Latar waktu ini, di dalam film digunakan ketika Sean menerobos fasilitas Satelit, ketika Anderson memintanya untuk menginap di rumahnya dan ketika mereka menginap di Hutan. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Pada suatu malam hari, ia memiliki tingkah laku yang aneh, tidak seperti biasanya
……………………………………………………………………………
Anderson mengajak mereka ke rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap
……………………………………………………………………….……
Anderson mengajak semua untuk istirahat dan bermalam” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
2.      pagi hari
Latar waktu di dalam film ditunjukkan ketika Sean belajar di kamarnya, ketika Sean dan Hank memulai perjalanannya ke pulau miesterius. Selain itu juga digunakan ketika Anderson menunjukkan kota Atlantis dan ketika menyadari bahwa perkiraan tenggelamnya Pulau Misterius lebih cepat. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut.
Pagi hari, ketika Sean sedang belajar di kamarnya, Hank datang dan duduk di sampingnya
…………………………………………………...........................................
Keesokan hari, pagi-pagi Sean dan Hank pergi ke pelabuhan dia mencari kapal yang mau mengantarnya ke titik koordinat yang dituju
……………………………………………………………….……………
Keesokan harinya Anderson menunjukkan sebuah tempat yang mengagumkan seperti sebuah kerajaan dan kota yang tak pernah dihuni selama ribuan tahun
……………………………………………………………………………..
Pagi telah tiba, Hutan itu sudak banyak air, kemungkinan Hutan itu akan lebih cepat tenggelam dan tidak sesui dengan perkiraan (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).

g.      Latar suasana
1.      Menakutkan
Latar ini dapat ditemukan dalam perjalanan menuju Pulau Misterius. Pada perjalanan tersebut Sean, Hank, Kailani dan Gabato melihat badai besar yang menyelimuti pulau tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut: “Ditengah-tengah perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai yang sangat kencang”. (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
2.      Menegangkan
Latar ini dapat ditemukan pada saat Sean akan tercebur ke dalam Kolam, menerobos pusat badai yang berada di pintu masuk Pulau Misterius, dan ketika dekejar oleh kadal raksasa dan burung pemangsa Serangga. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Kailani meminta ayahnya untuk putar balik tetapi Sean tidak mengijinkan justru meminta untuk menerobos pusat badai
………………………………………………………………………...Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur ternyata induknya mendengar lalu mengejar mereka
….......…………………………………..………………………………
Di tengah-tengah perjalanan terdapato gerombolan burung pemakan serangga, burung tersebut mengejar kumbang yang dinaiki Sean, Hank, Kailani Anderson dan Gabato. Mereka berusaha untuk menghindari dengan cara menerobos sela-sela ranting pohon yang lebat (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).

3.      Mencekam
Latar ini dapat ditemukan pada saat Sean hampir dimangsa oleh kadal raksasa (Godzilla). Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut: “Mereka lari sampai Sean hampir masuk dalam mulut kadal” film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
4.      Menyenangkan
Latar suasana tersebut dapat diperoleh pada saat Hank mengajak Sean berpetualang mencari Pulau Misterius dengan membawa paspor dan setelah Sean , Hank, Kailani, Anderson dan Gabato berhasil keluar dari pulau yang akan tenggelam, mereka dapat menjalankan kehidupan mereka lebih baik dari kehidupan sebelum pergi ke pulau. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Beberapa waktu kemudin Hank masuk ke dalam kamar Sean dengan membawa dua passport untuk pergi ke pulau. Sean terkejut bahwa dia akan pergi ke pulau misterus dan merasa sangat bahagia
………………………………………………………………..………
kapal selam Natulius yang dibawa Sean dan Hank datang tepat waktu, jadi mereka dapat terselamatkan
……………………………….…………………………………………Akan tetapi mereka dapat melewati semua rintangan hingga sampai di Amerika dan melanjutkan hidup masing-masing. Gabato yang dulunya hanya memiliki kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal selam untuk mengantar penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya kini dapat meneruska jenjang pendidikannya di kuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda pendapat kini menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga yang harmonis dan Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang berkumpul dengan keluarganya. film Journey 2: Mysterious Island, 2012).


4.      Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter atau watak tokoh-tokoh dalam cerita. Karakter yang dimaksud menunjukkan pada sifat dan sikap para tokoh. Tokoh dibedakan menjadi tokoh utama, dan tambahan, serta tokoh antagonis, protagonis dan tritagonis.
a.      Sean
Seorang tokok dalam film Journey 2 (Mysterious Island) yang bernama Sean adalah remaja yang berwajah tampan, cerdas, pitar, suka berpetualangan dan baik. Tokok Sean ini merupakan tokok protagonis. Terlihat dari cuplikan cerita sinopsis berikut:   
Sean seorang remaja yang cerdas, pintar dan berjiwa petualang ia memiliki tingkah laku yang aneh tidak seperti biasanya, ia menjadi pemberontak sejak ia ditinggal oleh ayah kandungnya, tapi itu bukan alasan Sean yang sebenarnya. Sean mendapatkan sebuah surat yang berisi tulisan sandi-sandi. Suatu malam Sean mendengarkan radio, ia mendengar bahwa maksud dari sandi-sandi itu didengar berulang-ulang di radio, ia tidak mengetahui maksudnya. Sinyal radio tidak dapat dijangkau oleh peralatan Sean sehingga dia menerobos ke fasilitas satelit untuk memperkuat sinyal radio, supaya ia dapat mengetahui apa maksud dari kertas yang berisi sandi-sandi tersebut, karena ia telah berjanji bahwa ia harus memecahkan sandi-sandi yang telah dikirimkan oleh seseorang (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
b.      Hank
Seorang tokoh dalam film yang bernama Hank adalah orang yang berbadan besar dan kuat, Hank memiliki sifat cerdas dan pintar, baik hati, penyayang. Tokok Hank merupakan tokok protagonis. Terlihat dari cuplikan sinonsis berikut ini bahwa Hank seorang yang cerdas dan pintar: “Hank memiliki ide untuk menggabungkan titik-titik kordinat tersebut secara utuh dan akhirnya mereka berhasil menemukan satu titik koordinat sebuah pulau yang utuh.  Pulau itu terletak di 100 mil dari lepas pantai pulau, di tengah-tengah Samudra Pasifik bagian Selatan” film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
c.       Alexander Anderson
Dalam film Journey 2 mysteorious island  ini, Anderson  adalah tokoh dalam cerita. selain itu,  juga merupakan tokoh protagonis. Ia adalah sosok seorang kakek yang memiliki kulit putih tapi sudah mulai keriput karena faktor usia, badan tinggi,  dan ramput yang sudah memutih. Adapun watak dari tokoh Alexander Anderson ini adalah memiliki kegemaran dalam berpetualang, cerdas, dan memiliki sifat mengejek meskipun dalam ejekan tersebut berupa sebuah motivasi kritik. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut. “Alexander Anderson” adalah vernian pertama dalam keluarganya, dia mencari Pulau Misterius separuh jiwanya.
….……………...……………………………………………………………………...
Anderson memberikan suatu pelajaran hidup untuk selalu berpetualang, berilmu pengetahuan, dan mencari beberapa keajaiban. (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
d.      Gabato Laguatan
Dalam film Journey 2 mysteorious island  ini, Gabato adalah tokoh utama dalam cerita. selain itu,  juga merupakan tokoh protagonis. Ia adalah sosok orang tua yang memiliki ciri-ciri tubuh pendek, hitam, gemuk, dan rambutnya ikal. Adapun watak dari tokoh Gabato ini adalah menyayangi Kailani dan . Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut:
Gabato Lahuatan yang bertubuh gemuk, kulit hitam, rambut ikal, dan pendek. Menurutnya dia adalah kapten terbaik di pulau itu.
………………………………………………………………………………
Adapun kutiban yang lain  adalah sebagai berikut. “Sesaat kemudian Sean memperlihatkan garis kordinat untuk diantarkan kepulau tersebut tetapi sebelumnya Kailani tidak mau lalu Gabato memberi penjelasan kepada Kailani tentang pembayaran yang cukup mahal untuk dibuat kuliah” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
e.       Kailani
Dalam film Journey 2 mysteorious island  ini, Kailani adalah tokoh  dalam cerita selain itu,  juga merupakan tokoh protagonis. Ia adalah sosok wanita yang memiliki paras cantik dan tubuh yang sexy. Adapun watak dari tokoh Kailani ini adalah pintar bernegosiasi dalam transaksi. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut: “seorang gadis cantik dan sexy siapapun yang melihatnya akan jatuh hati.
………………………………………………………………………………………
Kailani membuat kesepakatan untuk dibayar dua kali lipat dari membayaran sebelumnya karena pulau itu adalah sebuah pulau yang mematikan” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
5.      Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Amanat tersebut disimpan rapi dan disembunyikan pengarang di dalam keseluruhan isi cerita. Oleh karena itu, untuk menemukannya, tidak cukup dengan melihat atau membaca sebagian cerita (sekilas), tetapi harus membaca ceritanya sampai tuntas. Beberapa amanat yang terdapat di dalam film Journey 2 mysteorious island ini adalah sebagai berikut.
Amanat dalam film Journey 2 mysteorious island  ini memiliki jumlah yang cukup banyak dan dapat kita pelajari. Seperti watak dari seorang Sean yang dapat dinilai dari dua faktor, yaitu faktor negatif dan faktor positif. Adapun faktor negatif dari sifat Sean adalah keras kepala, jadi sifat Sean dalam film ini mencerminkan kita untuk tidak memiliki sifat keras kepala karena jika seseorang mempunyai sifat keras kepala, segala apapun itu baik pendapat positif ataupun negatif dari orang lain akan sulit untuk kita terima. Sedangkan faktor positif dari sifat Sean adalaah memiliki sifat cerdas dan suka berpetualang, adapun amanat yang dapat kita ambil adalah bagaimana kita bisa memiliki sifat-sifat yang dimiliki seorang Sean yaitu cerdas dan suka berpetualang karena dengan memiliki sifat seperti Sean kita akan selalu berani dalam menghadapi hal-hal yang baru dan menguji keberanian kita dalam berpetualang.
Tokoh lain yang dapat dianalisis dan dijadikan amanat adalah Hank, dari seorang Hank yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap Sean dan keluarga, yaitu kita harus belajar bagaimana cara agar kita bisa amanah dalam setip hal dan betul-betul menjaganya jika suatu saat nanti kita diberikan sebuah tanggung jawab. Selain dari bertanggung jawab tadi, terdapat sifat lain yang harus kita jadikan sebuah contoh misalkan sifat Hank yang menyayangi Sean, adapun amanat untuk kita sendiri adalah kita harus memiliki sifat saling menyayangi bukan hanya sebatas keluarga saja melainkan terhadap sesama. Tapi di sisi lain dalam film ini ada sifat yang tidak harus kita miliki yaitu sifat dari Anderson yang selalu mengejek, karena jika kita memiliki sifat seperti itu maka orang-orang di sekitar kita akan menjatuh dan mengucilkan kita. Namun tikoh Anderson ini juga dapat mengajarkan kepada kita dalam setiap keadaan apapun kita harus mampu bertahan hidup.
Di dalam film ini juga terdapat amanat bahwa kebersamaan dan kekompakan akan menghasilkan keberhasilan yang maksimal dalam melakukan kegiatan bersama atau berkelompok. Selain itu, tidak dibolehkanya bersikap egois dalam suatu kelompok kerena jika ada, maka kelompok tersebut tidak akan berjalanan dan berhasil dengan maksimal dan akan terjadi suatu kehancuran.


LAMPIRAN
SINOPSIS FILM JOURNEY 2 “THE MYSTERIOUS ISLAND”
Pada abad ke-19 Jules Verne menulis kisah petualangan yang hebat di dalam novel. Novel itu, menceritakan tentang perjalanan ke pusat bumi dan Pulau Misterius. Karya-karyanya tersebut merupakan karya ilmiah tetapi hanya kaum Vernian saja yang mengetahui artinya. Sean seorang anak muda yang mempunyai latar belakang keluarga yang gemar berpetualang, baik itu dari Anderson (kakeknya) atau pun Ayahnya. Akan tetapi ayah dari Sean sudah meninggal. Ibu Sean menikah lagi dengan seorang ahli hukum yang bernama Hank. Dibalik pernikahan sang ibu dengan Hank, Sean memiliki sikap dingin dengan ayah tirinya tersebut. Pernikahan mereka membuat keluarga Sean harus pindah ke Deyton Amerika mengikuti Hank. Kepindahan tersebut membuat Sean merasa dijauhkan dari  teman-temannya.
Sean adalah seorang remaja yang tampan, berjiwa petualang cerdas, dan berjiwa petualang. Pada suatu malam hari, ia memiliki tingkah laku yang aneh, tidak seperti biasanya. Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena telah menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang pada akhirnya justru masuk ke dalam Kolam renang McGillicuttys. Pihak kepolisian akhirnya memanggil Ayah tirinya (Hank) untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Sean. Sebelum Sean menerobos fasilitas setelit, ia mendapatkan sinyal radio. Dia tidak dapat mengetahui maksud dari sinyal radio tersebut, hal itulah yang menjadi penyebab dia menerobos fasilitas satelit yaitu untuk memperkuat sinyal radionya. Sesampainya di rumah Ibunya menanyakan alasan Sean membuat kekacauan, tetapi ia tidak mau menjawabnya. Sehingga Ibunya mengira perbuatannya itu adalah pemberontakannya semenjak ditinggal oleh Ayahnya.
Pagi hari, ketika Sean sedang belajar di kamarnya, Hank datang dan duduk di sampingnya. Sean sedang belajar dan tidak memperdulikan Hank sama sekali. Ketika Hank mengamabil sebuah kertas diatas meja belajar Sean, ia mengetahui maksud dari kertas itu, lalu Hank menanyakan pada Sean seolah-olah ia tidak mengerti. Sean menutupinya dengan mengatakan bahwa itu hanya kertas biasa padahal itu adalah pesan yang ia terima dari sinyal radio. Hank mengambil kertas itu dan mengatakan bahwa kertas itu kriptogram seperti sandi Morse, Hank membaca isi dari kertas tersebut dan Sean tidak percaya bahwa Hank dapat mengetahui maksud dari sandi Morse tersebut. Hank pernah mempelajarinya ketika di Angkatan Laut. Sean memintanya untuk menjelaskan apa maksud dari isi kertas tersebut. Ternyata tulisan di dalamnya berisi pernyataan bahwa Pulau Misterius itu nyata. Sean tidak percaya, akan tetapi Hank berusaha untuk meyakinkannya dengan menjelaskan satu persatu sandi-sandi tersebut. Sean tidak percaya bahwa ada yang menemukan pulau itu, ia mengambil buku tentang Pulau Misterius yang berisi tentang Pulau Misterius yang  telah bertahun-tahun dicari oleh para Vernian, Hank dan Sean memecahkan misteri itu bersama-sama dengan cara menggabungkan tiga buku yang berbeda dengan penulis yang berbeda tetapi membahas suatu tema yang sama yaitu pulau. Di dalam ketiga buku tersebut terdapat halaman seperti peta bergambar pulau yang tidak utuh tetapi memiliki titik koordinat. Hank memiliki ide untuk menggabungkan titik-titik kordinat tersebut secara utuh dan akhirnya mereka berhasil menemukan satu titik koordinat sebuah pulau yang utuh. Pulau itu terletak 100 mil dari lepas pantai pulau, di tengah-tengah Samudra Pasifik bagian Selatan.
Tanpa memikirkan izin dari kedua orangtuanya Sean langsung berkemas untuk pergi ke Pulau Misterius. Hank mengingatkan bahwa Sean sedang dihukum dan dia harus bersekolah, tapi Sean membantah dengan alasan bahwa dia adalah murid tercerdas di sekolah dan dia mampu mengejar pelajaran yang tertinggal. Hank tampak menghawatirkannya, karena seorang pelajar dan belum cukup umur tidak mungkin dapat berpetualang sendiri. Hank tetap menentang keinginan Sean, tapi Sean tetap membantah. Keesokan harinya , Hank menemui istrinya dan mengatakan bahwa anaknya akan pergi ke suatu pulau yang mesterius. Sean juga ingin bertemu dengan kakeknya Alexander Anderson yang telah dua tahun tidak ada kabarnya. Hank berjanji jika kakeknya tidak ada di sana ia akan menghiburnya dan menjadikan momen tersebut untuk lebih dekat dengan Sean. Ibu Sean yang semula tidak mengizinkan akhirnya membolehkan Sean pergi bersama dengan Hank menuju pulau. Beberapa waktu kemudin Hank masuk ke dalam kamar Sean dengan membawa dua passport untuk pergi ke Pulau. Sean terkejut bahwa dia akan pergi ke Pulau Misterius dan merasa sangat bahagia.
Keesokan hari, pagi-pagi Sean dan Hank pergi ke pelabuhan dia mencari kapal yang mau mengantarnya ke titik koordinat yang dituju. Ternyata, tidak ada yang mau mengantarkannya menuju pulau tersebut, meskipun dibayar dengan harga yang sangat mahal. Tiba-tiba datanglah seorang Gabato yang bertubuh pendek, berkulit hitam dan gemuk. Ia mendengar bahwa Sean mau membayar dengan jumlah yang sangat mahal. Gabato adalah seorang pilot helikopter tua yang kurang berpengetahuan. Di dalam pikirannya hanya bagaimana untuk mendapatkan uang yang banyak untuk menyekolahkan anak gadis yang ia cintai. Gabato menginginkan anak gadisnya itu dapat berkuliah. Gabato mengatakan bahwa ia mau mengantarkan ke pulau tersebut, lalu mereka menujukkan transportasinya. Sean dan Hank sangat terkejut karena mereka melihat kapal tersebut sangat besar tampak masih baru. Ketika Gabato menunjuk dan mengalihkan pandangan mereka dan menunjukkan bahwa alat transportasi yang dimaksud salah, bukan kapal tapi Helikopter mereka sangat terkejut. Helikopter itu sangat tua dan rapuh, tapi masih bisa dikemudikan.
Tidak lama kemudian, Gabato memanggil putri kesayangannya dengan mengatakan bahwa ia mendapatkan penumpang. Selah beberapa detik datang seorang gadis yang bernama Kailani dia tampak sangat cantik, manis dan cerdas membuat Sean terpesona. Tanpa memperdulikan Hank ia langsung mengulurkan tangannya berkenalan dan menunjukkan tempat tujuannya. Kailani langsung menolak, karena ia tahu bahwa pulau itu hanya berisi badai dan angin yang mematikan semua orang, di sana hanya berisi bangkai-bangkai kapal. Gabato menegur anaknya, ia sangat panik mengetahui putrinya menolak penumpang. Kemudian Gabato membujuk putrinya supaya mau mengantarkan penumpang dengan ongkos yang ditawarkan. Kailani cukup cerdas ia bersedia mengantar dengan syarat mau membayar ongkos yang ditentukannya. Ongkos yang akan dibayar sebelumnya sejumlah 1000 dolar Amerika dan dinaikkan oleh Kailani menjadi 3000 dolar Amerika. Hank terkejut dan langsung mengajak Sean pergi, tapi Sean tidak mau dan akhirnya Sean merayu Hank supaya mau menambah ongkosnya. Oleh karena Hank sangat menyayangi Sean, maka ia mau menambah biaya yang ditawarkan.
Mereka berempat berangkat menuju pulau misterus. Di tengah-tengah perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai yang sangat kencang. Kailani meminta ayahnya untuk putar balik tetapi Sean tidak mengijinkan justru meminta untuk menerobos pusat badai. Helikopter sudah tidak kuat bertahan karena badai dan petir. Akhirnya mereka terjatuh dan terhempas ke tepi pantai Pulau Misterius. Semua dalam keadaan tidak sadar, ketika ai sudah mulai surut satu persatu mereka tersadar. Dari keempat orang tersebut Hank yang tersadar lebih dulu, kemudian Hank berusaha membangunkan Sean yang mesih dalan keadaan memejamkan mata, akhirnya Sean tersadar dan Hank mengajak untuk mencari Kailani dan Gabato.  Tidak lama kemudian Kailani muncul dari balik bebatuan yang ada di pantai, dia berlari mencari ayahnya, ternyata ayahnya terjebak di pasir-pasir. Setelah mereka sadar, mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dari pantai tersebut. Ketika mereka melihat keadaan yang ada di sekitar, tiba-tiba menemukan sebuah pintu seperti gua, pintu tersebut adalah jalan masuk Pulau Misterius.
Pulau itu ternyata sangat indah seperti surga, hewan -hewan besar seperti gajah di Pulau itu berubah menjadi kecil dan kadal, kumbang (lebah) dan serangga yang biasanya kecil berubah menjadi besar (raksasa). Sean tidak ingin pulang dari pulau itu, ia ingin mencari kakeknya, ia yakin bahwa kakeknya ada di pulau itu. Gabato dan Kailani ingin kembali pulang dengan membuat SOS untuk mencari bantuan. Sean dan Hank tidak mengizinkan mereka untuk kembali. Akhirnya mereka berempat memulai perjalanannya untuk mencari kakek Sean. Saat itu cuacanya sangat panas dan mereka melintasi jalan bebatuan, tiba-tiba batu yang diinjak oleh Hank retak. Setelah dilihat ternyata yang dilewati itu bukan batu tetapi telur kadal raksasa. Mereka berjalan putar balik karena tidak ingin menjadi santapan makan siang kadal raksasa. Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur ternyata induknya mendengar lalu mengejar mereka.  Mereka lari sampai Sean hampir masuk dalam mulut kadal. Tidak lama kemudian ada sebatang kayu yang menimpuk kepala kadal sampai kadal itu tak berdaya. Mereka heran siapa sebenarnya yang melempar kayu itu, ternyata muncul seorang Alexander Anderson yaitu kakek Sean. Anderson mengajak mereka ke rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap. Akan tetapi Hank menghendaki untuk segera pulang, Anderson melarangnya karena ada banyak hal yang ingin ia tunjukkan pada Sean. Selain itu satelit radio Anderson juga dapat digunakan setelah jarak waktu satu sampai dua minggu. Rumah Anderson sangat unik dan sederhana.
Keesokan harinya Anderson menunjukkan sebuah tempat yang mengagumkan seperti sebuah kerajaan dan kota yang tak pernah dihuni selama ribuan tahun. Dari poseidon yang dilihat oleh Sean dapat diketahui bahwa tempat tersebut adalah kota Atlantis, yaitu kota yang hilang. Kota tersebut telah ditulis secara detail di dalam buku Verne. Ketika semuanya sedang melihat-lihat kota tersebut Hank menemukan kejanggalan, terdapat retakan tanah yang berisikan air laut. Dari kejanggalan itu dapat diketahui bahwa pulau itu akan segera tenggelam selama dua atau tiga hari lagi. Hal itu tidak sesuai perhitungan Anderson, yang memperkirakan pulau itu akan tenggelam 14 tahun kemudian. Cara satu-satunya untuk keluar dari pulau adalah dengan Natulius, kapal selam milik Kapten Nemo yang dibuat pada tahun 1870. Kapal itu berada di Gua Basal pulau lain dan berada di bawah Karang Poseidon. Untuk menuju tempat tersebut mereka melewati Jantung Pulau, perjalanan yang sangat panjang dan memilki banyak rintangan. Di tengah-tengah perjalanan mereka menjumpai debu letusan Gunung Berapi yang memiliki kandungan  emas di dalamnya.
Sebenarnya mereka ingin mendekati dan memastikan Gunung Berapi tersebut. Hank melarang Sean untuk mendekati gunung berapi, karena mereka sudah tidak mempunyai waktu banyak di pulau yang akan tenggelam itu. Namun Anderson memperingatkan Hank bahwa Sean memiliki hak untuk melakukan apa yang dia inginkan. Dalam mendidik Sean Anderson memberikan suatu pelajaran hidup untuk selalu berpetualang, berilmu pengetahuan, dan mencari keajaiban-keajaiban. Hank tetap memaksa tidak mengizinkan dengan alasan menghawatirkan keselamatan Sean yang telah menjadi tanggung jawabnya. Pada akhirnya mereka semua memutuskan untuk tidak mendekati gunung berapi, tetapi meneruskan perjalanannya ke Natulius.
Perjalanan ke Natulius itu sangat jauh dan jalannya tidak mudah. Mereka harus melewati banyak tebing yang bergerigi dan sungai. Ketika ingin menuju ke Puncak Gunung, jalannya terputus dan banyak semak-semak. Akhirnya mereka tidak bisa melewatinya dan memutuskan untuk menaiki kumbang-kumbang raksasa. Di tengah-tengah perjalanan terdapat gerombolan burung pemakan serangga, burung tersebut mengejar kumbang yang dinaiki Sean, Hank, Kailani Anderson dan Gabato. Mereka berusaha untuk menghindari dengan cara menerobos sela-sela ranting pohon yang lebat. Misi itu berhasil semua burung terjatuh karena tersangkut ranting pohon. Sean yang merasa menang karena dapat mengecoh burung tadi, tidak melihat ke arah depan dan akhirnya dia tersangkut pohon dan jatuh. Kaki Sean terluka dan sulit digunakan untuk berjalan. Anderson mengajak semua untuk istirahat dan bermalam.
Pagi telah tiba, Hutan dalam Pulau Misterius itu sudah banyak air, kemungkinan Hutan itu akan lebih cepat tenggelam dan tidak sesuai dengan perkiraan. Mereka bergegas menuju Poseidon untuk mengambil Kapal Selam, tetapi Gabato hilang. Kailani yang memang sangat menyayangi dan sudah mengerti seperti apa Ayahnya meminta izin untuk mencari ayahnya. Mereka sudah tidak ada waktu lagi untuk tinggal lebih lama di Hutan. Akhirnya tidak semuanya yang ikut mencari Gabato. Anderson akan menemani Kailani kembali ke gunung berapi dan Sean bersama Hank menuju Poseidon untuk menemukan kapal Natulius.
Sean dan Hank telah sampai di Poseidon ternyata mereka tidak melihat adanya suatu kapal selam Natulius. Mereka hanya melihat hamparan laut yang akan membanjiri Hutan. Kemudian Hank berpikir dan ternyata kapal selam itu berada di dasar laut. Tidak berpikir lama mereka menggunakan alat yang sederhana yaitu kantong plastik untuk menyelam ke dasar laut. Hank dan Sean mencari keberadaan kapal selam itu diantara hewan-hewan laut. Ternyata kapal itu berada di dekat terumbu karang dekat markas ikan listrik yang sangat berbahaya. Sean dan Hank sangat cerdik, mereka pintar menghindar dari ikan-ikan itu dan akhirnya mereka lolos dari ikan tersebut. Kapal selam itu sudah lama tidak digunakan dan mesinnya sangat kotor dan membutuhkan daya untuk menjalankannya. Hank berpikir satu-satunya yang dapat dimanfaatkan adalah ikan listrik tersebut untuk pengisian daya energi kapal. Hank bergerak cepat untuk mendapatkan ikan itu, Sean mengingatkan untuk berhati-hati, ia tidak ingin Hank terluka. Akhirnya mereka berhasil dan kapal bisa berjalan.
Situasi sudah sangat berbahaya, gunung berapi sudah banyak mengeluarkan batu-batu besar dan lempeng bumi pecah karena pergeseran tanah. Anderson, Gabato dan Kailani masih ada di darat akhirnya mereka terjun dan untungnya kapal selam Natulius yang dibawa Sean dan Hank datang tepat waktu, jadi mereka dapat terselamatkan. Perjalan pulang melewati dasar laut sangat banyak rintangan, batu-batu gunung menghalangi jalannya kapal, tapi mereka dapat melewati semua rintangan hingga sampai di Amerika dan melanjutkan hidup masing-masing. Gabato yang dulunya hanya memiliki kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal selam untuk mengantar penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya kini dapat meneruska jenjang pendidikannya di kuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda pendapat kini menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga yang harmonis dan Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang berkumpul dengan keluarganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar