ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM FILM JOURNEY 2
( THE MYSTERIOUS ISLAND )
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Sastra
Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. H. Haris Supratno
Resdianto Permata Rahajo, S.Pd
Alfian Setya Nugraha, S.S, M.Hum
Oleh:
Ely Rokyul Ain
(1397184003)
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI
TEBUIRENG JOMBANG
2014
UNSUR INSTRINSIK
1.
Tema
Tema adalah gagasan, ide pokok, atau persoalan yang
menjadi dasar cerita. Tema pada umumnya disampaikan secara berangsur-angsur
tersembunyi, tidak berterus terang. Tema biasanya dipaparkan secara samar-samar
mendasari keseluruhan cerita. Dalam
karya sastra film Journey 2 (Mysterious
Island) terdapat tema yang dijadikan
sebagai pokok dari sebuah
cerita. Tema dalam karya sastra ini dibagi menjadi dua yaitu:
a. Tema Mayor
Tema Mayor merupakan tema yang mendasari atau yang
paling inti dari sebuah karya sastra. Tema mayor yang
terdapat dalam karya sastra
film Journey 2 (Mysterious Island) ini
adalah petualangan. Tema tersebut, mencakup
tentang pengalaman-pengalaman, karena
film yang disajikan berupa film petualangan yang menantang. Di dalam film
diceritakan tentang penemuan sandi yang berisi tentang Pulau Misterius dan
diceritakan juga tentang perjalanan menuju ke Pulau Misterius dengan empat
orang yaitu Sean, Hank, Gabato dan Kailani sampai akhirnya mereka bertemu
dengan Alexander Anderson. Mereka mengetahui bahwa pulau akan tenggelam, hingga akhirnya
perjalanan untuk menyelamatkan diri dimulai dan didalam perjalanan tersebut terdapat berbagai
rintangan harus dilalui.
b. Tema Minor
Tema Minor merupakan suatu tema
yang terletak pada keseluruhan dalam sebuah film. Dalam film Journey
2 (Mysterious Island) pada bagian awal mengisahkan tentang pemecahan
sandi-sandi. Hal tersebut, dapat
dibuktikan dari kutipan
sinopsis berikut ini: “Hank dan Sean memecahkan sandi itu bersama-sama dengan
cara menggabungkan tiga buku yang berbeda dengan penulis yang berbeda tetapi
membahas suatu tema yang sama yaitu pulau. Ketiga buku tersebut terdapat satu
halaman bergambar pulau yang tidak utuh tetapi memiliki titik koordinat” (film Journey
2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian kedua
dari cerita film Journey 2 (Mysterious
Island) mengisahkan tentang perjalanan menuju ke Pulau Misterius memiliki banyak
rintangan yang harus dilalui sampai diterjang badai dan petir. Terlihat dari kutipan
sinopsis berikut ini: “Mereka berempat berangkat menuju pulau misterus. Di tengah-tengah
perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai
yang sangat kencang, Helikopter sudah tidak kuat bertaahan karena badai dan
petir” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
Pada bagian ketiga
dari cerita film Journey 2 (Mysterious
Island) ini, mengisahkan tentang perjalanan di Pulau
Misterius yang sangat indah dan ajaib. Perjalanan itu dilakukan untuk mencari
keberadaan kakek Sean yang ada di dalam Hutan Pulau Misterius tersebut. Hal
tersebut dapat dibuktikan dalam kutipan sinopsis berikut.
Pulau Misterius itu ternyata sangat indah seperti
surga. Hewan-hewan besar seperti gajah bisa berubah menjadi kecil bahkan bisa
digendong dan kumbang-kumbang kecil bisa jadi besar, pulau itu sangat ajaib. Sean
tidak ingin pulang dari pulau itu, ia ingin mencari kakeknya, ia yakin bahwa
kakeknya ada di pulau itu. Gabato dan Kailani ingin kembali pulang dengan
membuat SOS untuk mencari bantuan. Sean dan Hank tidak mengizinkan mereka untuk
kembali. Akhirnya mereka berempat memulai perjalanannya untuk mencari kakek Sean.
Saat itu cuacanya sangat panas dan mereka melintasi jalan bebatuan, tiba-tiba
batu yang diinjak oleh Hank retak dan di dalamnya ada lendir seperti telur.
Setelah dilihat ternyata yang lewati itu bukan batu tapi telur raksasa. Mereka
berjalan putar balik karena tidak ingin menjadi santapan makan siang kadal
raksasa. Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur ternyata induknya
mendengar lalu mengejar (film Journey 2: Mysterious Island,
2012).
Pada bagian keempat
yang diceritakan dalam film Journey 2
(Mysterious Island) yaitu tentang akan tenggelamnya pulau, sehingga mereka
harus melakukan perjalanan menuju Poseidon untuk mengambil kapal milik kapten
Nemo yang digunakan untuk menyelamatkan diri dari tenggelamnya pulau.
Perjalanan tersebut memerlukan waktu
yang sangat lama karena tempatnya sangat jauh selain itu juga harus melewati
tebing-tebing yang tinggi, perbukitan, dan harus menyeberangi sungai. Berikut
ini adalah kutipan cerita yang terdapat di dalam sinopsis:
Cara satu-satunya untuk keluar dari pulau adalah dengan Natulius,
kapal selam milik Kapten Nemo yang dibuat pada
tahun 1870. Kapal itu berada di Gua Basal pulau lain dan berada di bawah Karang
Poseidon. Untuk menuju tempat tersebut mereka melewati Jantung pulau,
perjalanan yang sangat panjang dan memilki banyak rintangan. Ditengah-tengah
perjalanan mereka menjumpai debu letusan gunung berapi yang memiliki kandungan emas di dalamnya. Sebenarnya mereka ingin
mendekati dan memastikan gunung api tersebut. Hank melarang Sean untuk
mendekati gunung berapi, karena mereka sudah tidak mempunyai waktu banyak di
pulau yang akan tenggelam itu. Namun Anderson memperingatkan Hank bahwa Sean
memiliki hak untuk melakukan apa yang dia inginkan karena Anderson memberikan
suatu pelajaran hidup untuk selalu berpetualang, berilmu pengetahuan, dan
mencari beberapa keajaiban. Hank tetap memaksa tidak mengizinkan dengan alasan
menghawatirkan keselamatan Sean yang telah menjadi tanggung jawabnya. Pada
akhirnya mereka semua memutuskan untuk tidak mendekati gunung berapi, tetapi
meneruskan perjalanannya ke Natulius. Perjalanan
ke Natulius itu sangat jauh dan jalannya tidak mudah. Mereka harus melewati
banyak tebing dan sungai. Ketika ingin menuju ke puncak gunung, jalannya
terputus dan banyak semak-semak, akhirnya mereka tidak bisa melewatinya dan
memutuskan untuk naik kumbang-kumbang raksasa. Di tengah-tengah perjalanan,
ternyata ada gerombolan burung yang ingin memakan serangga itu, lalu burung
tersebut mengejar kumbang dan kumbang berusaha untuk menghindari dengan cara
menerobos sela-sela ranting pohon yang lebat. Misi itu berhasil dan
burung-burung terjatuh semua karena tergangkut ranting, setelah semua burung
itu tersangkut dan sangking bahagianya Sean, dia tidak melihat kea rah depan
dan akhirnya dia tersangkut pohon dan jatuh. Kaki Sean
terluka dan sulit digunakan untuk jalan (film Journey 2: Mysterious
Island, 2012).
Pada bagian kelima
ini adalah cerita puncak dalam film Journey
2 (Mysterious Island), di dalamnya diceritakan mulai tenggelamnya pulau, meletusnya
gunung merapi dan perjalanan di dasar laut. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam
kutipan sinopsis berikut:
Hank dan Sean mencari keberadaan kapal selam itu
diantara hewan-hewan laut. Ternyata kapal itu berada di dekat terumbu karang
dekat markas ikan listrik yang sangat berbahaya. Sean dan Hank sangat cerdik,
mereka pintar menghindar dari ikan-ikan itu dan akhirnya mereka lolos dari ikan
tersebut. Kapal selam itu sudah lama tidak digunakan dan mesinnya sangat kotor
dan membutuhkan daya untuk menjalankannya. Hank berpikir
hanya satu-satunya ikan listrik tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk
pengisian daya. Hank bergerak cepat untuk mendapatkan ikan itu, Sean
mengingatkan untuk berhati-hati, ia tidak ingin Hank terluka. Akhirnya mereka
berhasil dan kapal bisa berjalan. Situasi sudah sangat berbahaya, gunung berapi
sudah banyak mengeluarkan batu-batu besar dan lempeng bumi pecah karena
pergeseran tanah. Anderson, Gabato dan Kailani masih
ada di darat akhirnya mereka terjun dan untungnya kapal selam tepat waktu, jadi
mereka dapat terselamatkan semua (film Journey 2: Mysterious Island,
2012).
Pada bagian terakhir dalam film Journey 2: Mysterious Island yang
diceritakan adalah kehidupan lanjut para petualang. Kehidupan itu menjadi jauh
lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebut dapat dibuktikan berdasarkan kutipan
sinopsis berikut:
Gabato
yang dulunya hanya memiliki kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal
selam untuk mengantar penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya untuk
kini dia dapat berkuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda pendapat kini
menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga hidup harmonis. Lalu kakek
Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang berkumpul
dengan keluarga (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
2.
Alur
Alur atau plot merupakan sesuatu yang cukup
penting di dalam karya sastra. Berhasil atau tidaknya karya sastra salah
satunya ditentukan oleh alur. Alur terbagi menjadi tiga jenis yaitu, alur maju,
alur mundur dan alur campuran.
Dalam karya sastra film Journey 2 menggunakan alur maju karena
perjalanan ceritanya, antara satu cerita dengan cerita selanjutnya saling
terkait.
Adapun tahap-tahapan alur itu
berupa:
a.
Paparan
Pada tahapan cerita ini
pengarang sudah mengenalkan tokoh
dan latar
cerita. Di dalam awal film Journey 2 Mysterious Island
dijelaskan tentang tokoh utama yang bernama Sean. Dia adalah seorang remaja
yang cerdas dan pemberani. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan kutipan berikut: “Suatu hari, Sean seorang remaja yang cerdas,
pintar dan berjiwa petualang ia memiliki tingkah laku yang aneh tidak seperti
biasanya, ia menjadi pemberontak sejak ia ditinggal oleh ayah kandungnya, tapi
itu bukan alasan Sean yang sebenarnya” (film Journey 2: Mysterious
Island, 2012).
b.
Rangsangan
Pada tahap ini mncul peristiwa yang mengawali timbulnya
gawatan. Di dalam bagian ini dijelaskan tentang adanya sinyal radio yang
ditangkap oleh Sean ketika menerobos fasilitas satelit yang menjadi rangsangan
dalam cerita dan dapat menimbulkan gawatan. Tahapan cerita ini, merupakan tahapan rangsangan. Hal
ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Ibu Sean menikah lagi dengan seorang ahli hukum yang
bernama Hank.
…….………………………………………………………………………..
Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena
telah menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai
sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi yang pada akhirnya justru masuk
ke dalam Kolam renang McGillicuttys (film Journey 2: Mysterious
Island, 2012).
c.
Gawatan
Pada tahapan cerita
ini tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak dan sudah mulai ada
tanda-tanda konflik yang terjadi antartokoh dengan dirinya sendiri, tetepi
belum sampai diselesaikan. Di dalam film dijelaskan bahwa Sean menerobos
satelit sehingga ia ditahan oleh pihak kepolisian. Selain itu, terdapat gawatan
lain yaitu ketika Sean berambisi untuk melakukan perjalanan meskipun Hank telah
melarangnya dengan alasan menghawatirkan keselamatan Sean. Hal ini dapat
dibuktikan dalam kutipan sinopsis berikut:
Pihak kepolisian akhirnya memanggil ayah tirinya (Hank)
untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Sean.
………………………………………………………………………………Hank mengingatkan bahwa Sean
sedang dihukum dan dia harus bersekolah, tapi Sean membantah dengan alasan
bahwa dia adalah murid tercerdas di sekolah dan dia mampu mengejar pelajaran
yang tertinggal. Hank tampak menghawatirkannya, karena seorang pelajar dan
belum cukup umur tidak mungkin dapat berpetualang sendiri. Hank tetap menentang
keinginan Sean, tapi Sean tetap membantah.
………………………………………………………………………………
Saat itu cuacanya sangat panas dan mereka melintasi jalan
bebatuan, tiba-tiba batu yang diinjak oleh Hank retak dan di dalamnya ada
lendir seperti telur. Setelah dilihat ternyata yang lewati itu bukan batu tapi
telur raksasa. Mereka berjalan putar balik karena tidak ingin menjadi santapan
makan siang kadal raksasa. Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam
telur ternyata induknya mendengar lalu mengejar (Film Journey 2: Mysterious
Island, 2012).
d. Pertikaian
Pada tahapan cerita ini, mulai muncul pertikaian
antartokoh atau antara tokoh dengan dirinya sendiri, akan tetapi belum sampai
diselesaikan. pertikaian tersebut dapat memicu pada konflik puncak dalam cerita
(klimak). Pada tahapan ini, di dalam film Journey 2 Mysteorious Island pertikaian
lebih banyak berada ketika sudah sampai di Pulau
Misterius. Adapun wujud tahapan
ini adalah ketika berada di depan pintu pulau yang diselimuti badai besar dan
kuat, ketika Hank mengutarakan ingin segera keluar dari pulau misteri kepada
Anderson tetapi tidak diijinkan dengan alasan ada beberapa hal yang ingin ia
perlihatkan, lalu ketika Hank melarang Sean mendekati gunung Berapi yang
memiliki kandungan emas, karena mereka sudah tidak memiliki banyak waktu untuk
berada di pulau tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis
berikut:
Di tengah-tengah
perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai
yang sangat kencang.
……………………………………………………………………………
Anderson mengajak mereka ke
rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap. Akan tetapi Hank
menghendaki untuk segera pulang, Anderson melarangnya karena ada banyak hal
yang ingin ia tunjukkan pada Sean.
……………………………………………………………………………..
Hank melarang Sean untuk
mendekati gunung berapi, karena mereka sudah tidak mempunyai waktu banyak di
pulau yang akan tenggelam itu. Namun Anderson memperingatkan Hank bahwa Sean
memiliki hak untuk melakukan apa yang dia inginkan (Film Journey 2: Mysterious
Island, 2012).
e.
Klimak
Pada tahapan cerita
ini konflik atau masalah yang terjadi sudah mencapai puncaknya. Puncak
permasalahan yang terdapat di film Journey
2 Mysteorious Island ini, adalah ketika Hank menemukan retakan tanah pada
pulau yang ditemukan di kota hilang (Atlantis) yang dapat mengakibatkan
terbunuhnya mereka semua karena tenggelamnya Pulau Misterius tersebut dan
ketika perjalanan mencari kapal Natulius. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan
sinopsis berikut:
Ketika semuanya
sedang melihat-lihat kota tersebut Hank menemukan kejanggalan, terdapat retakan
tanah yang berisikan air laut. Dari kejanggalan
itu dapat diketahui bahwa pulau itu akan segera tenggelam selama dua atau tiga
hari lagi.
……………………………………………………………………………..
Pagi
telah tiba, Hutan itu sudak banyak air, kemungkinan Hutan itu akan lebih cepat
tenggelam dan tidak sesui dengan perkiraan. Mereka bergegas
menuju Poseidon untuk mengambil kapal selam, tetapi Gabato hilang.
………………………………………………………………………....….
Sean dan Hank telah sampai di Poseidon
ternyata mereka tidak melihat adanya suatu kapal selam Natulius. Mereka hanya
melihat hamparan laut yang akan membanjiri Hutan (Film Journey 2: Mysterious
Island, 2012).
f.
Peleraian
Pada tahap ini merupakan lukisan pemecahan dari
konflik-konflik yang ada atau yang
terjadi. Dalam
film Journey 2: Mysterious Island ini
diceritakan untuk menyelamatkan diri Sean, Hank, Kailani, Gabato dan Anderson
harus mendapatkan kapal selam Natulius yang berada di dasar Posaidon kota
Atlantis. Akan tetapi karena Gabato menghilang mereka saling berbagi tugas Kailani
dan Anderson mencari Gabato sedangkan Sean dan Hank menuju Posaidon untuk
menemukan kapal Natulius dan menyelamatkan mereka semua dari Pulau Misterius
tersebut.
Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut.
Anderson akan menemani Kailani
kembali ke Gunung Berapi
dan Sean bersama Hank menuju Poseidon untuk menemukan kapal Natulius.
……………………………………………………………………………
“Hank berpikir satu-satunya yang
dapat dimanfaatkan adalah ikan listrik tersebut untuk pengisian daya energi
kapal. Hank bergerak cepat untuk mendapatkan ikan itu, Sean mengingatkan untuk
berhati-hati, ia tidak ingin Hank terluka. Akhirnya mereka berhasil dan kapal
bisa berjalan.
……………………………………………………………………………
Anderson, Gabato dan Kailani
masih ada di darat akhirnya mereka terjun dan untungnya kapal selam Natulius
yang dibawa Sean dan Hank datang tepat waktu, jadi mereka dapat terselamatkan (Film
Journey 2: Mysterious Island, 2012).
g. Penyelesaian
Pada tahapan cerita ini pengarang melukiskan akhir suatu
certa yang merupakan penyelesaian masalah. penyelesaian, dalam film ini
memiliki akhir cerita bahagia (happy ending). Mereka semua dapat keluar dari Pulau
Misterius dan dapat menjalani hidup lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat
dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Gabato yang dulunya
hanya memiliki kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal selam untuk
mengantar penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya kini dapat
meneruska jenjang pendidikannya di kuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda
pendapat kini menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga yang harmonis
dan Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang
berkumpul dengan keluarganya (Film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
3.
Setting
Latar atau setting meliputi tempat, waktu dan
suasana yang digunakan untuk membangun cerita dari dalam. Latar dalam suatu
cerita biasanya bersifat faktual, bisa pula imajiner (hanya angan atau
penghayalan). Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas.
Sehingga memberikan kesan nyata (fakta) seolah-olah benar-benar terjadi. Di
dalam film Journey 2 mysteorious island
ini, terdapat beberapa
latar. Adapun sebagian latar tersebut adalah:
1. latar tempat
a. kota Deyton
Latar tempat ini, dalam film disebutkan secara langsung dan dijelaskan
bagaimana kronologis keluarga Sean bertempat tinggal di kota Deyton.
Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
“Pernikahan mereka membuat keluarga Sean harus pindah ke
Deyton Amerika mengikuti Hank. Kepindahan tersebut membuat Sean merasa
dijauhkan dari teman-temannya”
(film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
b. Jalan raya
Latar tempat ini,
di dalam film digunakan ketika Sean selesai menerobos fasilitas satelit untuk
memperoleh sinyal radio dan ketika ia melajukan motornya dengan kencang.
Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
“Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena telah
menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai sepeda
motor miliknya dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang pada akhirnya justru
masuk ke dalam Kolam renang McGillicuttys”
(film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
c. Kolam renang McGillicuttys
Latar tempat ini,
di dalam film digunakan setelah Sean dikejar beberapa polisi dan akhirnya masuk
ke dalam kolam renang McGillicuttsys. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut: “Ia
mengalami masalah dari pihak kepolisian, karena telah menerobos fasilitas
satelit dan ketika hendak ditangkap ia mengendarai sepeda motor miliknya dengan
kecepatan tinggi di jalan raya yang pada akhirnya justru masuk ke dalam Kolam
renang McGillicuttys” (film Journey 2:
Mysterious Island, 2012).
d.
Rumah Sean
dan Kamar Sean
Latar tempat ini,
di dalam film diperlihatkan ketika Sean lolos dari tahanan kepolisian dengan
bantuan Hank ia langsung pulang ke rumah. Sedangkan diperlihatkan pula latar
Kamar Sean ketika ia belajar memahami pesan sinyal radio, memecahkan teka-teki Pulau
Misterius dan Hank datang membawa dua passport ke Pulau Misterius. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan
sinopsis berikut:
Sesampainya di rumah ibunya menanyakan alasan Sean
membuat kekacauan, tetapi ia tidak mau menjawabnya
……………………………………………………………………………..
Pagi hari, ketika Sean sedang belajar di kamarnya, Hank
datang dan duduk di sampingnya
……………………………………………………………………………..
Beberapa waktu kemudin Hank masuk ke dalam kamar Sean
dengan membawa dua passport untuk pergi ke pulau (film Journey 2:
Mysterious Island, 2012).
e. Pulau Misterius
Latar tempat ini,
di dalam film diperlihatkan ketika Hank, Sean, Kailani dan Gabato melintasi
pusat badai yang menjadi letak pulau miterius. Di dalamnya terdapat
tempat-tempat yang mengagumkan, indah dan penuh rintangan seperti tepi pantai, Hutan
yang dipenuhi telur kadal raksasa, rumah Anderson yang unik, kota Atlantis, dan
jantung pulau yang sangat ekstream. Hal
ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Akhirnya mereka
terjatuh dan terhempas ke tepi pantai Pulau Misterius.
………………………………………………………………………………
Ketika mereka
melihat keadaan yang ada di sekitar, tiba-tiba menemukan sebuah pintu seperti
gua, pintu tersebut adalah jalan masuk Pulau Misterius.
……………..………………………………………………………………
Pulau itu ternyata
sangat indah seperti surga, hewan -hewan besar seperti gajah di puau itu
berubah menjadi kecil dan kadal, kumbang (lebah) dan serangga yang biasanya
kecil berubah menjadi besar (raksasa).
………..……………………………………………………………………
Anderson mengajak
mereka ke rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap.
………………….…………………………………………......................
Rumah Anderson
sangat unik dan sederhana.
……………………………………………..……………………..............
Keesokan harinya
Anderson menunjukkan sebuah tempat yang mengagumkan seperti sebuah kerajaan dan
kota yang tak pernah dihuni selama ribuan tahun. Dari poseidon yang dilihat
oleh Sean dapat diketahui bahwa tempat tersebut adalah kota Atlantis, yaitu
kota yang hilang.
…….……………………………………………………………………….
Untuk menuju tempat
tersebut mereka melewati Jantung pulau, perjalanan yang sangat panjang dan
memilki banyak rintangan (film Journey 2: Mysterious Island,
2012).
f. latar waktu
1. Malam hari (larut malam)
Latar waktu ini, di
dalam film
digunakan ketika Sean menerobos fasilitas Satelit, ketika Anderson memintanya
untuk menginap di rumahnya dan ketika mereka menginap di Hutan.
Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Pada suatu malam hari, ia memiliki tingkah laku yang
aneh, tidak seperti biasanya
……………………………………………………………………………
Anderson mengajak mereka ke rumahnya untuk bermalam
karena hari sudah mulai gelap
……………………………………………………………………….……
Anderson mengajak semua untuk istirahat dan bermalam”
(film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
2. pagi hari
Latar waktu di
dalam film ditunjukkan ketika Sean belajar di kamarnya, ketika Sean dan Hank
memulai perjalanannya ke pulau miesterius. Selain itu juga digunakan ketika
Anderson menunjukkan kota Atlantis dan ketika menyadari bahwa perkiraan
tenggelamnya Pulau Misterius lebih cepat. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut.
Pagi hari, ketika Sean
sedang belajar di kamarnya, Hank datang dan duduk di sampingnya
…………………………………………………...........................................
Keesokan
hari, pagi-pagi Sean dan Hank pergi ke pelabuhan dia mencari kapal yang mau
mengantarnya ke titik koordinat yang dituju
……………………………………………………………….……………
Keesokan harinya
Anderson menunjukkan sebuah tempat yang mengagumkan seperti sebuah kerajaan dan
kota yang tak pernah dihuni selama ribuan tahun
……………………………………………………………………………..
Pagi telah tiba, Hutan
itu sudak banyak air, kemungkinan Hutan itu akan lebih cepat tenggelam dan
tidak sesui dengan perkiraan (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
g. Latar suasana
1. Menakutkan
Latar ini dapat ditemukan dalam perjalanan menuju Pulau Misterius. Pada
perjalanan tersebut Sean, Hank, Kailani dan Gabato melihat badai besar yang
menyelimuti pulau tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis
berikut: “Ditengah-tengah perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka
disambut oleh petir dan badai yang sangat kencang”. (film
Journey 2: Mysterious Island, 2012).
2.
Menegangkan
Latar ini dapat ditemukan pada saat Sean akan tercebur ke dalam Kolam,
menerobos pusat badai yang berada di pintu masuk Pulau Misterius, dan ketika
dekejar oleh kadal raksasa dan burung pemangsa Serangga. Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan
sinopsis berikut:
Kailani meminta
ayahnya untuk putar balik tetapi Sean tidak mengijinkan justru meminta untuk menerobos
pusat badai
………………………………………………………………………...Ketika
berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur ternyata induknya mendengar
lalu mengejar mereka
….......…………………………………..………………………………
Di tengah-tengah
perjalanan terdapato gerombolan burung pemakan serangga, burung tersebut
mengejar kumbang yang dinaiki Sean, Hank, Kailani Anderson dan Gabato. Mereka
berusaha untuk menghindari dengan cara menerobos sela-sela ranting pohon yang
lebat
(film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
3. Mencekam
Latar ini dapat ditemukan pada
saat Sean hampir dimangsa oleh kadal raksasa (Godzilla).
Hal ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
“Mereka lari sampai Sean hampir masuk dalam mulut kadal”
film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
4.
Menyenangkan
Latar suasana tersebut dapat diperoleh pada saat
Hank mengajak Sean berpetualang mencari Pulau Misterius dengan membawa paspor
dan setelah Sean , Hank, Kailani, Anderson dan Gabato berhasil keluar dari
pulau yang akan tenggelam, mereka dapat menjalankan kehidupan mereka lebih baik
dari kehidupan sebelum pergi ke pulau. Hal
ini dapat dibuktikan dari kutipan sinopsis berikut:
Beberapa waktu kemudin Hank
masuk ke dalam kamar Sean dengan membawa dua passport untuk pergi ke pulau. Sean terkejut bahwa dia
akan pergi ke pulau misterus dan merasa sangat bahagia
………………………………………………………………..………
kapal selam Natulius yang dibawa Sean dan Hank datang
tepat waktu, jadi mereka dapat terselamatkan
……………………………….…………………………………………Akan tetapi mereka dapat melewati semua rintangan hingga sampai di Amerika
dan melanjutkan hidup masing-masing. Gabato yang dulunya hanya memiliki
kendaraan Helikopter tua kini dia memiliki kapal selam untuk mengantar
penumpangnya. Kailani yang dulunya membantu ayahnya kini dapat meneruska
jenjang pendidikannya di kuliah. Sean dan Hank yang selalu berbeda pendapat
kini menjadi sependapat, sehingga menjadikan keluarga yang harmonis dan
Anderson yang dulunya tidak pernah pulang pada akhirnya bisa pulang berkumpul
dengan keluarganya. film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
4.
Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter
atau watak tokoh-tokoh dalam cerita. Karakter yang dimaksud menunjukkan pada sifat dan sikap para
tokoh. Tokoh dibedakan menjadi tokoh utama, dan tambahan, serta tokoh antagonis, protagonis dan tritagonis.
a. Sean
Seorang tokok dalam film Journey 2 (Mysterious Island) yang
bernama Sean adalah remaja yang berwajah tampan, cerdas, pitar, suka
berpetualangan dan baik. Tokok Sean ini merupakan tokok protagonis. Terlihat
dari cuplikan cerita sinopsis berikut:
Sean
seorang remaja yang cerdas, pintar dan berjiwa petualang ia memiliki tingkah
laku yang aneh tidak seperti biasanya, ia menjadi pemberontak sejak ia
ditinggal oleh ayah kandungnya, tapi itu bukan alasan Sean yang sebenarnya. Sean
mendapatkan sebuah surat yang berisi tulisan sandi-sandi. Suatu malam Sean
mendengarkan radio, ia mendengar bahwa maksud dari sandi-sandi itu didengar
berulang-ulang di radio, ia tidak mengetahui maksudnya. Sinyal radio tidak
dapat dijangkau oleh peralatan Sean sehingga dia menerobos ke fasilitas satelit
untuk memperkuat sinyal radio, supaya ia dapat mengetahui apa maksud dari
kertas yang berisi sandi-sandi tersebut, karena ia telah berjanji bahwa ia
harus memecahkan sandi-sandi yang telah dikirimkan oleh seseorang (film Journey
2: Mysterious Island, 2012).
b. Hank
Seorang tokoh dalam film yang
bernama Hank adalah orang yang berbadan besar dan kuat, Hank memiliki sifat cerdas
dan pintar, baik hati, penyayang. Tokok Hank merupakan tokok protagonis.
Terlihat dari cuplikan sinonsis berikut ini bahwa Hank seorang yang cerdas dan
pintar: “Hank memiliki ide untuk
menggabungkan titik-titik kordinat tersebut secara utuh dan akhirnya mereka
berhasil menemukan satu titik koordinat sebuah pulau yang utuh. Pulau itu terletak di 100 mil dari lepas
pantai pulau, di tengah-tengah Samudra Pasifik bagian Selatan” film Journey
2: Mysterious Island, 2012).
c. Alexander Anderson
Dalam
film Journey 2 mysteorious island ini,
Anderson adalah tokoh dalam cerita.
selain itu, juga merupakan tokoh
protagonis. Ia adalah sosok seorang kakek yang memiliki kulit putih tapi sudah
mulai keriput karena faktor usia, badan tinggi,
dan ramput yang sudah memutih. Adapun watak dari tokoh Alexander
Anderson ini adalah memiliki kegemaran dalam berpetualang, cerdas, dan memiliki
sifat mengejek meskipun dalam ejekan tersebut berupa sebuah motivasi kritik.
Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut. “Alexander Anderson” adalah vernian pertama dalam
keluarganya, dia mencari Pulau Misterius separuh jiwanya.
….……………...……………………………………………………………………...
Anderson memberikan suatu pelajaran hidup untuk selalu berpetualang,
berilmu pengetahuan, dan mencari beberapa keajaiban.” (film Journey 2:
Mysterious Island, 2012).
d. Gabato Laguatan
Dalam
film Journey 2 mysteorious island ini,
Gabato adalah tokoh utama dalam cerita. selain itu, juga merupakan tokoh protagonis. Ia adalah
sosok orang tua yang memiliki ciri-ciri tubuh pendek, hitam, gemuk, dan
rambutnya ikal. Adapun watak dari tokoh Gabato ini adalah menyayangi Kailani
dan . Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut:
Gabato
Lahuatan yang bertubuh gemuk, kulit hitam,
rambut ikal, dan pendek. Menurutnya dia adalah kapten terbaik di pulau itu.
………………………………………………………………………………
Adapun
kutiban yang lain adalah
sebagai berikut. “Sesaat kemudian Sean memperlihatkan garis kordinat untuk
diantarkan kepulau tersebut tetapi sebelumnya Kailani tidak mau lalu Gabato
memberi penjelasan kepada Kailani tentang pembayaran yang cukup mahal untuk
dibuat kuliah” (film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
e. Kailani
Dalam film Journey 2 mysteorious island ini,
Kailani adalah tokoh dalam cerita selain
itu, juga merupakan tokoh protagonis. Ia adalah sosok wanita yang memiliki paras cantik dan
tubuh yang sexy. Adapun watak dari tokoh Kailani ini adalah pintar bernegosiasi
dalam transaksi. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut: “seorang gadis
cantik dan sexy siapapun yang melihatnya akan jatuh hati.
………………………………………………………………………………………
Kailani membuat kesepakatan untuk dibayar dua kali lipat
dari membayaran sebelumnya karena pulau itu adalah sebuah pulau yang mematikan”
(film Journey 2: Mysterious Island, 2012).
5.
Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan
yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Amanat tersebut disimpan rapi dan
disembunyikan pengarang di dalam keseluruhan isi cerita. Oleh karena itu, untuk
menemukannya,
tidak cukup dengan melihat atau membaca
sebagian cerita (sekilas),
tetapi harus membaca ceritanya sampai tuntas. Beberapa amanat
yang terdapat di dalam film Journey 2 mysteorious island ini adalah
sebagai berikut.
Amanat dalam
film Journey 2 mysteorious island ini memiliki jumlah yang cukup banyak dan dapat
kita pelajari. Seperti watak dari seorang Sean
yang dapat dinilai dari dua faktor, yaitu faktor negatif dan faktor positif.
Adapun faktor
negatif dari sifat Sean adalah keras kepala, jadi
sifat Sean dalam film ini mencerminkan kita untuk tidak memiliki sifat keras
kepala karena
jika seseorang mempunyai sifat keras kepala, segala apapun itu baik pendapat positif ataupun negatif dari orang lain
akan sulit untuk kita
terima. Sedangkan faktor positif
dari sifat Sean adalaah memiliki sifat cerdas
dan suka berpetualang, adapun amanat yang dapat kita ambil adalah bagaimana
kita bisa memiliki sifat-sifat yang dimiliki seorang Sean yaitu cerdas dan suka
berpetualang karena dengan memiliki sifat seperti Sean kita akan selalu berani dalam menghadapi hal-hal yang baru dan
menguji keberanian kita dalam berpetualang.
Tokoh lain
yang dapat dianalisis dan dijadikan
amanat adalah Hank, dari seorang Hank yang memiliki
tanggung jawab yang besar terhadap Sean dan keluarga, yaitu kita harus belajar
bagaimana cara agar kita bisa amanah
dalam setip hal dan betul-betul menjaganya jika
suatu saat nanti kita diberikan sebuah tanggung jawab. Selain dari bertanggung jawab tadi, terdapat sifat lain
yang harus kita jadikan sebuah contoh misalkan sifat Hank yang menyayangi Sean,
adapun amanat untuk kita sendiri adalah kita harus memiliki sifat saling
menyayangi bukan hanya sebatas keluarga saja melainkan terhadap sesama. Tapi di
sisi lain dalam film ini ada sifat yang tidak harus kita miliki yaitu sifat
dari Anderson yang selalu mengejek, karena jika kita memiliki sifat seperti itu
maka orang-orang di sekitar kita akan menjatuh dan mengucilkan kita. Namun
tikoh Anderson ini juga dapat mengajarkan kepada kita dalam setiap keadaan
apapun kita harus mampu bertahan hidup.
Di dalam film ini juga terdapat
amanat bahwa kebersamaan dan kekompakan akan menghasilkan keberhasilan yang
maksimal dalam melakukan kegiatan bersama atau berkelompok. Selain itu, tidak
dibolehkanya bersikap egois dalam suatu kelompok kerena jika ada, maka kelompok
tersebut tidak akan berjalanan dan berhasil dengan maksimal dan akan terjadi
suatu kehancuran.
LAMPIRAN
SINOPSIS FILM JOURNEY 2 “THE MYSTERIOUS ISLAND”
Pada abad ke-19 Jules Verne menulis kisah petualangan
yang hebat di dalam novel. Novel itu, menceritakan tentang perjalanan ke pusat
bumi dan Pulau Misterius. Karya-karyanya tersebut merupakan karya ilmiah tetapi
hanya kaum Vernian saja yang mengetahui artinya. Sean seorang anak muda yang
mempunyai latar belakang keluarga yang gemar berpetualang, baik itu dari
Anderson (kakeknya) atau pun Ayahnya. Akan tetapi ayah dari Sean sudah
meninggal. Ibu Sean menikah lagi dengan seorang ahli hukum yang bernama Hank. Dibalik
pernikahan sang ibu dengan Hank, Sean memiliki sikap dingin dengan ayah tirinya
tersebut. Pernikahan mereka membuat keluarga Sean harus pindah ke Deyton
Amerika mengikuti Hank. Kepindahan tersebut membuat Sean merasa dijauhkan
dari teman-temannya.
Sean adalah seorang remaja yang tampan, berjiwa petualang
cerdas, dan berjiwa petualang. Pada suatu malam hari, ia memiliki tingkah laku
yang aneh, tidak seperti biasanya. Ia mengalami masalah dari pihak kepolisian,
karena telah menerobos fasilitas satelit dan ketika hendak ditangkap ia
mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang
pada akhirnya justru masuk ke dalam Kolam renang McGillicuttys. Pihak
kepolisian akhirnya memanggil Ayah tirinya (Hank) untuk mempertanggung jawabkan
perbuatan Sean. Sebelum Sean menerobos fasilitas setelit, ia mendapatkan sinyal
radio. Dia tidak dapat mengetahui maksud dari sinyal radio tersebut, hal itulah
yang menjadi penyebab dia menerobos fasilitas satelit yaitu untuk memperkuat
sinyal radionya. Sesampainya di rumah Ibunya menanyakan alasan Sean membuat
kekacauan, tetapi ia tidak mau menjawabnya. Sehingga Ibunya mengira
perbuatannya itu adalah pemberontakannya semenjak ditinggal oleh Ayahnya.
Pagi hari, ketika Sean sedang belajar di kamarnya, Hank
datang dan duduk di sampingnya. Sean sedang belajar dan tidak memperdulikan Hank
sama sekali. Ketika Hank mengamabil sebuah kertas diatas meja belajar Sean, ia
mengetahui maksud dari kertas itu, lalu Hank menanyakan pada Sean seolah-olah
ia tidak mengerti. Sean menutupinya dengan mengatakan bahwa itu hanya kertas
biasa padahal itu adalah pesan yang ia terima dari sinyal radio. Hank mengambil
kertas itu dan mengatakan bahwa kertas itu kriptogram seperti sandi Morse, Hank
membaca isi dari kertas tersebut dan Sean tidak percaya bahwa Hank dapat
mengetahui maksud dari sandi Morse tersebut. Hank pernah mempelajarinya ketika
di Angkatan Laut. Sean memintanya untuk menjelaskan apa maksud dari isi kertas
tersebut. Ternyata tulisan di dalamnya berisi pernyataan bahwa Pulau Misterius
itu nyata. Sean tidak percaya, akan tetapi Hank berusaha untuk meyakinkannya
dengan menjelaskan satu persatu sandi-sandi tersebut. Sean tidak percaya bahwa
ada yang menemukan pulau itu, ia mengambil buku tentang Pulau Misterius yang
berisi tentang Pulau Misterius yang
telah bertahun-tahun dicari oleh para Vernian, Hank dan Sean memecahkan
misteri itu bersama-sama dengan cara menggabungkan tiga buku yang berbeda
dengan penulis yang berbeda tetapi membahas suatu tema yang sama yaitu pulau.
Di dalam ketiga buku tersebut terdapat halaman seperti peta bergambar pulau
yang tidak utuh tetapi memiliki titik koordinat. Hank memiliki ide untuk
menggabungkan titik-titik kordinat tersebut secara utuh dan akhirnya mereka berhasil
menemukan satu titik koordinat sebuah pulau yang utuh. Pulau itu terletak 100
mil dari lepas pantai pulau, di tengah-tengah Samudra Pasifik bagian Selatan.
Tanpa memikirkan izin dari kedua orangtuanya Sean
langsung berkemas untuk pergi ke Pulau Misterius. Hank mengingatkan bahwa Sean
sedang dihukum dan dia harus bersekolah, tapi Sean membantah dengan alasan
bahwa dia adalah murid tercerdas di sekolah dan dia mampu mengejar pelajaran
yang tertinggal. Hank tampak menghawatirkannya, karena seorang pelajar dan
belum cukup umur tidak mungkin dapat berpetualang sendiri. Hank tetap menentang
keinginan Sean, tapi Sean tetap membantah. Keesokan harinya , Hank menemui
istrinya dan mengatakan bahwa anaknya akan pergi ke suatu pulau yang mesterius.
Sean juga ingin bertemu dengan kakeknya Alexander Anderson yang telah dua tahun
tidak ada kabarnya. Hank berjanji jika kakeknya tidak ada di sana ia akan
menghiburnya dan menjadikan momen tersebut untuk lebih dekat dengan Sean. Ibu Sean
yang semula tidak mengizinkan akhirnya membolehkan Sean pergi bersama dengan Hank
menuju pulau. Beberapa waktu kemudin Hank masuk ke dalam kamar Sean dengan
membawa dua passport untuk pergi ke Pulau. Sean terkejut bahwa dia akan pergi
ke Pulau Misterius dan merasa sangat bahagia.
Keesokan hari, pagi-pagi Sean dan Hank pergi ke pelabuhan
dia mencari kapal yang mau mengantarnya ke titik koordinat yang dituju.
Ternyata, tidak ada yang mau mengantarkannya menuju pulau tersebut, meskipun
dibayar dengan harga yang sangat mahal. Tiba-tiba datanglah seorang Gabato yang
bertubuh pendek, berkulit hitam dan gemuk. Ia mendengar bahwa Sean mau membayar
dengan jumlah yang sangat mahal. Gabato adalah seorang pilot helikopter tua
yang kurang berpengetahuan. Di dalam pikirannya hanya bagaimana untuk mendapatkan
uang yang banyak untuk menyekolahkan anak gadis yang ia cintai. Gabato
menginginkan anak gadisnya itu dapat berkuliah. Gabato mengatakan bahwa ia mau
mengantarkan ke pulau tersebut, lalu mereka menujukkan transportasinya. Sean
dan Hank sangat terkejut karena mereka melihat kapal tersebut sangat besar
tampak masih baru. Ketika Gabato menunjuk dan mengalihkan pandangan mereka dan
menunjukkan bahwa alat transportasi yang dimaksud salah, bukan kapal tapi Helikopter
mereka sangat terkejut. Helikopter itu sangat tua dan rapuh, tapi masih bisa
dikemudikan.
Tidak lama kemudian, Gabato memanggil putri kesayangannya
dengan mengatakan bahwa ia mendapatkan penumpang. Selah beberapa detik datang
seorang gadis yang bernama Kailani dia tampak sangat cantik, manis dan cerdas
membuat Sean terpesona. Tanpa memperdulikan Hank ia langsung mengulurkan
tangannya berkenalan dan menunjukkan tempat tujuannya. Kailani langsung
menolak, karena ia tahu bahwa pulau itu hanya berisi badai dan angin yang
mematikan semua orang, di sana hanya berisi bangkai-bangkai kapal. Gabato
menegur anaknya, ia sangat panik mengetahui putrinya menolak penumpang.
Kemudian Gabato membujuk putrinya supaya mau mengantarkan penumpang dengan
ongkos yang ditawarkan. Kailani cukup cerdas ia bersedia mengantar dengan
syarat mau membayar ongkos yang ditentukannya. Ongkos yang akan dibayar
sebelumnya sejumlah 1000 dolar Amerika dan dinaikkan oleh Kailani menjadi 3000
dolar Amerika. Hank terkejut dan langsung mengajak Sean pergi, tapi Sean tidak
mau dan akhirnya Sean merayu Hank supaya mau menambah ongkosnya. Oleh karena Hank
sangat menyayangi Sean, maka ia mau menambah biaya yang ditawarkan.
Mereka berempat berangkat menuju pulau misterus. Di tengah-tengah
perjalanan mendekati pintu masuk pulau, mereka disambut oleh petir dan badai
yang sangat kencang. Kailani meminta ayahnya untuk putar balik tetapi Sean
tidak mengijinkan justru meminta untuk menerobos pusat badai. Helikopter sudah
tidak kuat bertahan karena badai dan petir. Akhirnya mereka terjatuh dan
terhempas ke tepi pantai Pulau Misterius. Semua dalam keadaan tidak sadar,
ketika ai sudah mulai surut satu persatu mereka tersadar. Dari keempat orang
tersebut Hank yang tersadar lebih dulu, kemudian Hank berusaha membangunkan Sean
yang mesih dalan keadaan memejamkan mata, akhirnya Sean tersadar dan Hank
mengajak untuk mencari Kailani dan Gabato.
Tidak lama kemudian Kailani muncul dari balik bebatuan yang ada di
pantai, dia berlari mencari ayahnya, ternyata ayahnya terjebak di pasir-pasir.
Setelah mereka sadar, mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dari pantai
tersebut. Ketika mereka melihat keadaan yang ada di sekitar, tiba-tiba
menemukan sebuah pintu seperti gua, pintu tersebut adalah jalan masuk Pulau
Misterius.
Pulau itu ternyata sangat indah seperti surga, hewan
-hewan besar seperti gajah di Pulau itu berubah menjadi kecil dan kadal,
kumbang (lebah) dan serangga yang biasanya kecil berubah menjadi besar
(raksasa). Sean tidak ingin pulang dari pulau itu, ia ingin mencari kakeknya,
ia yakin bahwa kakeknya ada di pulau itu. Gabato dan Kailani ingin kembali
pulang dengan membuat SOS untuk mencari bantuan. Sean dan Hank tidak
mengizinkan mereka untuk kembali. Akhirnya mereka berempat memulai
perjalanannya untuk mencari kakek Sean. Saat itu cuacanya sangat panas dan
mereka melintasi jalan bebatuan, tiba-tiba batu yang diinjak oleh Hank retak.
Setelah dilihat ternyata yang dilewati itu bukan batu tetapi telur kadal
raksasa. Mereka berjalan putar balik karena tidak ingin menjadi santapan makan
siang kadal raksasa. Ketika berjalan untuk kembali Gabato terjatuh dalam telur
ternyata induknya mendengar lalu mengejar mereka. Mereka lari sampai Sean hampir masuk dalam
mulut kadal. Tidak lama kemudian ada sebatang kayu yang menimpuk kepala kadal
sampai kadal itu tak berdaya. Mereka heran siapa sebenarnya yang melempar kayu
itu, ternyata muncul seorang Alexander Anderson yaitu kakek Sean. Anderson mengajak
mereka ke rumahnya untuk bermalam karena hari sudah mulai gelap. Akan tetapi Hank
menghendaki untuk segera pulang, Anderson melarangnya karena ada banyak hal
yang ingin ia tunjukkan pada Sean. Selain itu satelit radio Anderson juga dapat
digunakan setelah jarak waktu satu sampai dua minggu. Rumah Anderson sangat
unik dan sederhana.
Keesokan harinya Anderson menunjukkan sebuah tempat yang
mengagumkan seperti sebuah kerajaan dan kota yang tak pernah dihuni selama
ribuan tahun. Dari poseidon yang dilihat oleh Sean dapat diketahui bahwa tempat
tersebut adalah kota Atlantis, yaitu kota yang hilang. Kota tersebut telah
ditulis secara detail di dalam buku Verne. Ketika semuanya sedang melihat-lihat
kota tersebut Hank menemukan kejanggalan, terdapat retakan tanah yang berisikan
air laut. Dari kejanggalan itu dapat diketahui bahwa pulau itu akan segera
tenggelam selama dua atau tiga hari lagi. Hal itu tidak sesuai perhitungan
Anderson, yang memperkirakan pulau itu akan tenggelam 14 tahun kemudian. Cara
satu-satunya untuk keluar dari pulau adalah dengan Natulius, kapal selam milik
Kapten Nemo yang dibuat pada tahun 1870. Kapal itu berada di Gua Basal pulau
lain dan berada di bawah Karang Poseidon. Untuk menuju tempat tersebut mereka
melewati Jantung Pulau, perjalanan yang sangat panjang dan memilki banyak
rintangan. Di tengah-tengah perjalanan mereka menjumpai debu letusan Gunung
Berapi yang memiliki kandungan emas di
dalamnya.
Sebenarnya mereka ingin mendekati dan memastikan Gunung Berapi
tersebut. Hank melarang Sean untuk mendekati gunung berapi, karena mereka sudah
tidak mempunyai waktu banyak di pulau yang akan tenggelam itu. Namun Anderson
memperingatkan Hank bahwa Sean memiliki hak untuk melakukan apa yang dia
inginkan. Dalam mendidik Sean Anderson memberikan suatu pelajaran hidup untuk
selalu berpetualang, berilmu pengetahuan, dan mencari keajaiban-keajaiban. Hank
tetap memaksa tidak mengizinkan dengan alasan menghawatirkan keselamatan Sean
yang telah menjadi tanggung jawabnya. Pada akhirnya mereka semua memutuskan
untuk tidak mendekati gunung berapi, tetapi meneruskan perjalanannya ke Natulius.
Perjalanan ke Natulius itu sangat jauh dan jalannya tidak
mudah. Mereka harus melewati banyak tebing yang bergerigi dan sungai. Ketika
ingin menuju ke Puncak Gunung, jalannya terputus dan banyak semak-semak.
Akhirnya mereka tidak bisa melewatinya dan memutuskan untuk menaiki
kumbang-kumbang raksasa. Di tengah-tengah perjalanan terdapat gerombolan burung
pemakan serangga, burung tersebut mengejar kumbang yang dinaiki Sean, Hank, Kailani
Anderson dan Gabato. Mereka berusaha untuk menghindari dengan cara menerobos
sela-sela ranting pohon yang lebat. Misi itu berhasil semua burung terjatuh
karena tersangkut ranting pohon. Sean yang merasa menang karena dapat mengecoh
burung tadi, tidak melihat ke arah depan dan akhirnya dia tersangkut pohon dan
jatuh. Kaki Sean terluka dan sulit digunakan untuk berjalan. Anderson mengajak
semua untuk istirahat dan bermalam.
Pagi telah tiba, Hutan dalam Pulau Misterius itu sudah
banyak air, kemungkinan Hutan itu akan lebih cepat tenggelam dan tidak sesuai
dengan perkiraan. Mereka bergegas menuju Poseidon untuk mengambil Kapal Selam,
tetapi Gabato hilang. Kailani yang memang sangat menyayangi dan sudah mengerti
seperti apa Ayahnya meminta izin untuk mencari ayahnya. Mereka sudah tidak ada
waktu lagi untuk tinggal lebih lama di Hutan. Akhirnya tidak semuanya yang ikut
mencari Gabato. Anderson akan menemani Kailani kembali ke gunung berapi dan Sean
bersama Hank menuju Poseidon untuk menemukan kapal Natulius.
Sean dan Hank telah sampai di Poseidon ternyata mereka
tidak melihat adanya suatu kapal selam Natulius. Mereka hanya melihat hamparan
laut yang akan membanjiri Hutan. Kemudian Hank berpikir dan ternyata kapal
selam itu berada di dasar laut. Tidak berpikir lama mereka menggunakan alat
yang sederhana yaitu kantong plastik untuk menyelam ke dasar laut. Hank dan Sean
mencari keberadaan kapal selam itu diantara hewan-hewan laut. Ternyata kapal
itu berada di dekat terumbu karang dekat markas ikan listrik yang sangat
berbahaya. Sean dan Hank sangat cerdik, mereka pintar menghindar dari ikan-ikan
itu dan akhirnya mereka lolos dari ikan tersebut. Kapal selam itu sudah lama
tidak digunakan dan mesinnya sangat kotor dan membutuhkan daya untuk
menjalankannya. Hank berpikir satu-satunya yang dapat dimanfaatkan adalah ikan
listrik tersebut untuk pengisian daya energi kapal. Hank bergerak cepat untuk
mendapatkan ikan itu, Sean mengingatkan untuk berhati-hati, ia tidak ingin Hank
terluka. Akhirnya mereka berhasil dan kapal bisa berjalan.
Situasi sudah sangat berbahaya, gunung berapi sudah
banyak mengeluarkan batu-batu besar dan lempeng bumi pecah karena pergeseran
tanah. Anderson, Gabato dan Kailani masih ada di darat akhirnya mereka terjun
dan untungnya kapal selam Natulius yang dibawa Sean dan Hank datang tepat
waktu, jadi mereka dapat terselamatkan. Perjalan pulang melewati dasar laut
sangat banyak rintangan, batu-batu gunung menghalangi jalannya kapal, tapi
mereka dapat melewati semua rintangan hingga sampai di Amerika dan melanjutkan
hidup masing-masing. Gabato yang dulunya hanya memiliki kendaraan Helikopter
tua kini dia memiliki kapal selam untuk mengantar penumpangnya. Kailani yang
dulunya membantu ayahnya kini dapat meneruska jenjang pendidikannya di kuliah. Sean
dan Hank yang selalu berbeda pendapat kini menjadi sependapat, sehingga
menjadikan keluarga yang harmonis dan Anderson yang dulunya tidak pernah pulang
pada akhirnya bisa pulang berkumpul dengan keluarganya.